Wakil Sekertaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi merespons surat terbuka yang dibuat loyalis Anies Baswedan Dokter Tifa. Dimana surat terbuka yang disebarkan di sosial media itu Dokter Tifa menuding Jokowi dendam terhadap Anies tanpa sebab yang jelas.
Menurut anak buah Haji Giring Ganesha itu, surat terbuka Dokter Tifa adalah upaya menggiring opini publik, dia ingin menempatkan Anies Baswedan sebagai orang yang sangat dizolimi Jokowi. Padahal dalam kenyataannya Jokowi sama sekali tak berbuat apa-apa kepada Jokowi.
“Dari lompatan logikanya, kesannya pak @aniesbaswedan telah dizholimi sedemikian rupa oleh pak @jokowi. Memangnya pak Anies diapain sama pak Jokowi, mba Dokter? Apakah ini semacam cara memfitnah dengan pendekatan playing victim bermoduskan ‘apa salahku’?” kata Dedek di akun twitternya dilansir Populis.id Rabu (28/6/2023).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pegiat sosial media sekaligus loyalis Anies Baswedan, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang disebutnya tak sudi Anies Baswedan ikut maju pada Pilpres 2024.
Dokter Tifa dengan lantang menanyakan kesalahan yang dibuat Anies Baswedan sehingga bikin Jokowi begitu geram dan ingin menjegalnya pada Pilpres mendatang, padahal Anies kata Dokter Tifa adalah salah satu tokoh kunci kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014.
Ketika itu eks Gubernur DKI Jakarta itu ditunjuk sebagai juru kampanye, yang kemudian diganjar dengan imbalan jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu walau akhirnya Anies dipecat setelah dua tahun menjabat.
“Surat Terbuka kepada Yth Bapak Presiden @jokowi Pertanyaan saya ke Pak @jokowi tentang mas @aniesbaswedan . Mas Anies punya salah apa dengan Bapak? Dia salah satu Tokoh Kunci yang mendukung Bapak maju CAPRES hingga terpilih jadi Presiden di 2014,” kata Dokter Tifa dilansir Populis.id dari sebuah cuitan di akun twitternya @DokterTifa Rabu (28/6/2023).
“Dan dia juga mendukung Bapak dengan bersedia menjadi Menteri dalam kabinet Bapak, walaupun akhirnya Bapak cukupkan dia setelah dua tahun menjabat, tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.