Pemerintahan Jokowi Dicap Bobrok sama Anak-Anak BEM Se-Indonesia, Sambil Ngedumel: Kami Diancam Dibunuh!

Pemerintahan Jokowi Dicap Bobrok sama Anak-Anak BEM Se-Indonesia, Sambil Ngedumel: Kami Diancam Dibunuh! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Koordinator BEM Seluruh Indonesia, Hilmi Ash Shidiqi mengatakan jika pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melahirkan demokrasi yang cacat.

Hal tersebut ia katakan dalam acara Abraham Sabad Speak Up.

"Bicara data, indeks demokrasi saat ini mengalami penurunan 6,71 atau peringkat 64 dari 150 negara. Ini lebih rendah dari Malaysia dan Filipina, ini dapat predikat demokrasi yang cacat," cetusnya.

Lanjutnya, ia juga menilai pelemahan demokrasi di era Jokowi sangat terihat dari suara-suara mahasiswa dan masyarakat yang diberangus dengan sistematis.

Baca Juga: Waduh... Waduh... Peluang Mas Ganjar Menang Tipis Banget, Wajar Aja Jokowi Dukung Pak Prabowo!

"Pelemahan demokrasi terjadi secara sistematis, kita lihat di rezim Jokowi sangat terlihat jelas," cetusnya lagi.

"Kita menghadirkan kritik akademis, akan tetapi dibalas enggak enak, kita liat di teman-teman UI kemarin diteror, diancam dibunuh. Kita juga sama, dikata-katain, direpresi, diserang buzzer-buzzer, kita mau melakukan aksi, hape diretas, ini jadi makanan sehari bagi mahasiswa saat ini," sambungnya.

Baca Juga: Mas Butet Serang Prabowo dan Anies, Eh… Jokowi Kena Batunya: Dia Sewa Budayawan untuk Memuja Dirinya Sambil Merendahkan Orang Lain!

Lebih lanjut, ia mengatakan akibat ancaman dan tekanan tersebut, membuat daya kritis mahasiswa menjadi kendor.

"Kita beri kritik, membicarakan kebobrokan pemerintah malah kita dapat ancaman, mahasiswa menyuarakan tapi penuh bayang-bayang ketakutan, kita berikan penolakan kebijakan kita malah diretas hapenya. Kritikan itu adalah bagian cinta kita ke pemerintah saat ini," tukasna.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover