Denny Indrayana Nggak Jadi 'Aduin' Kelakuan Jokowi ke Australia, Sambil Ngomong: Saya Tak Ingin Permalukan Presiden!

Denny Indrayana Nggak Jadi 'Aduin' Kelakuan Jokowi ke Australia, Sambil Ngomong:  Saya Tak Ingin Permalukan Presiden! Kredit Foto: Istimewa

Eks Wamenkumham Denny Indrayana mengaku jik dirinya sempat ingin menuliskan surat terbuka kepada PM Australia terkait pelanggaran isu hukum, HAM, serta korupsi di Indonesia.

Adapun hal tersebut terkait kunjungna kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Australia pada 3 hingga 5 Juli 2023 mendatang.

Menurut dia, banyak persoalan di Tanah Air yang tak kunjung diselesaikan oleh Jokowi. 

"Saya berpandangan dan menyimpulkan, Presiden Jokowi adalah salah satu sumber utama masalahnya. Maka, dibutuhkan dorongan dari masyarakat dan dunia internasional untuk ikut membantu penyelesaian masalah-masalah tersebut, tanpa harus mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia," ucapnya, seperti dilansir Selasa (4/7/2023).

Baca Juga: Sebut Parkir Gedung Menuju Lobby JIS Kayak Parkiran Masuk Mall, Loyalis Jokowi Heran: Yang Begini Ngotot Bilang JIS Melebihi Standar FIFA

Namun, ia akhirnya membatalkan niatnya mengadukan Jokowi ke dunia internasional, karena dirinya enggan mempermalukan Kepala Negara tersebut.

Baca Juga: Pembantu Jokowi Banyak Terseret Korupsi, Moeldoko Turut Nambahin: Itu Bukti Presiden Tak Intervensi Hukum

"Tetapi, setelah menimbang berbagai aspek, dan tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi, yang bagaimanapun adalah simbol negara bangsa kita, Indonesia, saya putuskan tidak--paling tidak belum--menuliskan surat terbuka demikian," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaku akan tetap membuka opsi untuk membawa isu penegakan hukum, HAM dan antikorupsi di Indonesia ke dunia internasional.

"Tinggal cara dan waktunya yang perlu dipikirkan secara tepat dan bijak. Keep on fighting for the better Indonesia!" cetusnya. 

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover