Menantu Jokowi Bobby Nasution Ingin Begal dan Geng Motor Didor Sampai Tewas di Tempat Mahfud MD Enggan Merespons: Saya Nggak Dengar!

Menantu Jokowi Bobby Nasution Ingin Begal dan Geng Motor Didor Sampai Tewas di Tempat Mahfud MD Enggan Merespons: Saya Nggak Dengar! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Menkopolhukam Mahfud MD enggan merespons pernyataan Menantu Presiden Joko Widodo sekaligus Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang meminta aparat negara menembak mati semua geng motor dan begal yang kerap berulah di wilayahnya. Dimana pernyataan Bobby berujung polemik karena pro kontra pendapat masyarakat. 

Mahfud mengaku tak bisa mengomentari polemik itu dengan alasan berita itu belum sampai ke telinganya. Dia belum melihat dan membaca pernyataan Bobby yang memancing keributan itu

Baca Juga: Klaim Maju Pilpres Disokong Modal Pas-pasan Dibanding Capres Lain, Anies Baswedan Lantang: Tapi Soal Intelektual Kita Lebih Dominan!

"Saya tidak dengar itu, saya tidak dengar ada berita seperti itu," kata Mahfud ketika ditemui usai menghadiri acara Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu dalam Penanganan Tindak Pidana Pemilihan Umum di Wilayah Hukum Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Kamis (13/7/2023).

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution geram dengan kejahatan begal yang kerap terjadi di wilayahnya. Dia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.

"Kejahatan begal dan geng motor saat ini sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat dan harus ditindak tegas, apalagi para pelaku yang sudah melakukan aksi tersebut berulang kali," tulis Bobby di akun Instagram pribadinya, Jumat (7/7/2023)

Kata menantu Presiden Joko Widodo tersebut, bila perlu para begal tersebut ditembak mati. 

"Saya harap pihak kepolisian lebih tegas untuk menindak para pelaku di lapangan, walaupun harus ditembak mati," kata Bobby.

Belakangan kasus begal di Kota Medan memang memprihatinkan. Teranyar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Ihsanul Hasibuan dibegal 4 orang pada Rabu (14/6/2023).

Kala itu korban hendak membeli makanan di Kelurahan Pulo Brayan Darat 1, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (14/6/2023). Korban tewas setelah ditendang dan tubuhnya disabet celurit.

Hal serupa ditegaskan Bobby saat menghadiri rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga: Ditolak Yenny Wahid Hingga Mahfud Sampai Batal Umumkan Cawapres, Anies Baswedan Akhirnya Blak-blakan, Pasang Kuping Baik-baik!

Baca Juga: Batal Umumkan Cawapres Setelah Pulang Haji, Anies Mau Lihat Cara Main Ganjar dan Prabowo Dulu: Kami Harus Manfaatkan…

Bobby mempertanyakan, kenap begal tidak bisa ditembak mati. Padahal, kotanya punya dua Polres.

“Medan itu punya dua polres, masa tidak boleh bertindak tegas. (Tembak mati begal) Karena masyarakat yang minta,” ucap Bobby singkat. 

Terkait

Terkini