Mengejutkan! Refly Harun: Demokrat Legowo Berikan Posisi Cawapres ke Gatot Nurmantyo, Anies Bisa Menang tapi...

Mengejutkan! Refly Harun: Demokrat Legowo Berikan Posisi Cawapres ke Gatot Nurmantyo, Anies Bisa Menang tapi... Kredit Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo

Pengamat politik, Refly Harun memprediksi figur Yenny Wahid, Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang menjadi Calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan.

Namun begitu, Refly Harun menilai apabila mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditunjuk menjadi Cawapres Anies, bisa berbahaya ataupun menguntungkan.

"Kita bisa memenangkan pertarungan kalau seandainya Demokrat legowo menyerahkan jabatan Cawapres itu kepada Gatot Nurmantyo dan tidak meninggalkan koalisi," katanya seperti dilansir dari channel YouTube Refly Harun, Rabu, (12/7/2023).

Refly Harun mengatakan, Demokrat juga tetap mendukung Anies walaupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dipilih menjadi Cawapres Anies agar memenangi Pilpres 2024.

"Dan tetap secara genuine mensupport Anies Baswedan walaupun misalnya AHY tidak diberikan katakanlah slot sebagai calon wakil presiden," kata dia.

Baca Juga: Pilih GBK Ketimbang JIS untuk Apel Siaga Perubahan, Apa Alasan Nasdem?

Kendati demikian, apabila Gatot ditunjuk menjadi Cawapres Anies bisa berhaya jika Demokrat tidak terima, atau bahkan penunjukan anak Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

"Tapi kalau nanti misalnya Gatot ditunjuk sebagai wakil presiden dan Demokrat ngambek itu bahaya gawat, jadi Yenny Wahid kah? atau Khofifah, tapi sepertinya Khofifah sudah selesai," tuturnya.

"Yang belum selesai itu adalah sepertinya Yenny Wahid, Gatot Nurmantyo, dan plus AHY di dalam, mudah-mudahan ketika Gatot Nurmantyo yang dimajukan semua komponen-komponen X TNI itu mau bergabung menjadi satu kekuatan, kalau tidak ya susah," lanjut Refly Harun.

Baca Juga: Amanah Anies Baswedan untuk JIS Dibongkar Sejadi-jadinya oleh Buro Happold, Nggak Disangka Ternyata...

Menurutnya, hal ini bisa berbahaya karena Demokrat berpeluang meninggalkan Koalisi Perubahan dan Presidential Threshold 20 persen tidak bisa dipenuhi NasDem dan PKS, sehingga Anies bakal gagal maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover