AHY Senang Dengar Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja Pemerintah Capai 90 Persen: Kenapa Nggak Sekalian 100?

AHY Senang Dengar Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja Pemerintah Capai 90 Persen: Kenapa Nggak Sekalian 100? Kredit Foto: Taufik Idharudin

Menurut AHY, ketika data statistik disembunyikan, maka hasil survei bisa menjadi manipulatif. Dia menganggap hal ini berbahaya karena hanya menciptakan gambaran menyenangkan atas suatu permasalahan.

"Sebenarnya (survei itu) hanya untuk menyenangkan diri, padahal banyak masalah, banyak bom waktu yang ditanam, nunggu meledak," ujarnya.

AHY menyatakan bahwa banyak aspirasi rakyat yang mengeluhkan kondisi pemerintahan saat ini, yang menurutnya menghadapi terlalu banyak masalah. Menurut AHY, pertanyaan tentang kepuasan atau ketidakpuasan dalam survei pendapat tidak mencakup semua aspek.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar lembaga survei mengubah pertanyaan mereka ketika melakukan survei kepada responden. Mengingat bahwa pertanyaan sederhana tentang puas atau tidak puas terhadap kinerja pemerintah tidak bisa memberikan gambaran yang komprehensif.

"Coba pertanyaannya begini 'apakah bapak, ibu, saudara merasa sehari-hari kebutuhan pokok hari ini terjangkau atau tidak?', pertanyaan kedua 'apakah bapak, ibu, saudara merasa bahwa lapangan pekerjaan hari ini mudah atau sulit?', pertanyaan ketiga misalnya 'apakah bapak, ibu, saudara merasa keadilan, dan kebijakan hukum di Indonesia ini sudah baik atau gimana?'," ucap AHY.

"Instrumen-instrumen pertanyaan seperti itu sebetulnya lebih indikatif pada kondisi sebenarnya. Tapi kalau hanya disederhanakan dengan puas atau tidak, saya rasa tidak sesederhana itu, dan seringkali itu bisa dimanipulasi," tutupnya.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini