Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli bersyukur atas tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di dalam peristiwa KM 50 Cikampek yang terjadi setahun lalu. Guntur Romli merasa bersyukur sebab jika dalam peristiwa yang tewas adalah anggota polisi maka orang - orang bekas FPI bakal semakin tinggi hati.
Hal disampaikan Guntur Romli saat mengomentari sebuah berita online yang menulis soal terdakwa Briptu Fikri Ramadhan yang memperagakan insiden penembakan terhadap 4 laskar FPI di Km 50 tol Cikampek.
Baca Juga: Dibongkar Tanpa Ampun, Munarman dan FPI Ternyata Dukung Seruan Pimpinan Al-Qaeda Soal….
“Kalau saya bersyukur yang mati ini FPI bukan polisi saat terjadi duel dan perebutan senjata. Kalau polisi yang mati, FPI akan makin jumawa. Alhamdulillah negeri ini diselamatkan,” kata Guntur Romli di akun twitternya Kamis (9/12/2021).
Seperti diketahui, Briptu Fikri sudah bersaksi di sidang untuk terdakwa Ipda Yusmin, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan pada Selasa, 7 Desember 2021 lalu.
Baca Juga: Woi Kadrun, Siskaeee Buka Baju Lu Download, Dia Pake Hijab Lu Protes
Dalam kesaksiannya, Briptu Fikri mengatakan bahwa sempat terjadi perkelahian dan perebutan senjata sebelum akhirnya para Laskar FPI tertembak. Tetapi dia mengaku tidak mengetahui secara persis siapa yang menarik pelatuk senjatanya saat terjadi perebutan dengan korban.