Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago ikut mengomentari penunjukan Budi Arie sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan posisi Sekjen NasDem Johnny G Plate yang sebelumnya didepak gara-gara terlibat korupsi pengadaan tower BTS 4G yang sinyalir merugikan negara hingga Rp8 T.
Menurut Pangi penunjukan Budi Arie menggantikan tempat Johnny G Plate adalah jawaban Presiden Jokowi atas acara konsolidasi akbar Partai NasDem yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Dalam acara itu Jokowi tak diundang karena berbagai alasan.
Menurut Pangi, acara NasDem di GBK yang menghadirkan ribuan relawannya jelas berkaitan erat dengan reshuffle kabinet Jokowi. Acara NasDem adalah ajang unjuk kekuatan, di sini Surya Paloh sedang pamer bahawa NasDem adalah Partai Politik besar yang tak bisa diinjak-injak oleh siapapun termasuk pengusaha, namun kurang dari 1 x 24 jam ajang pamer kekuatan itu justru dijawab dengan pemangkasan jatah menteri NasDem di Kabinet pemerintahan.
"Show effect yang ditampilkan Nasdem seolah mengartikan dia tidak mau jadi partai yang bisa diinjak-injak dan Nasdem mengesankan ingin mandiri dan tidak mau di bawah ketiak atau dikangkangi oleh tokoh dan partai lain. Nasdem ingin menjadi pemimpin koalisi," kata Pangi lewat keterangan tertulisnya dilansir Populis.id Senin (17 Juli 2023).
"Jokowi pun membalas ingin memperlihatkan itu, hanya berselang beberapa jam setelah Apel Siaga Perubahan Nasdem itu, paginya ia langsung melakukan reshuffle dan yang dipilih itu bukan kader dari Nasdem lagi. Ini menarik, karena seperti kasus korupsi sebelumnya misalkan yang terjadi di Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra dan lain-lain. Biasanya yang diminta kader dari partai itu sendiri. Tapi, Nasdem itu mendapatkan perlakuan berbeda, harusnya kan jatah Nasdem," tambahnya.
NasDem sebagai sebuah partai politik kata Pangi memang berhak menentukan nasibnya pada Pilpres 2024 mendatang. Mereka tak harus merasa ketergantungan kepada presiden Jokowi. Dia menilai cara politik Jokowi ke NasDem adalah cara paling kasar, sebab tak seharusnya dia memberikan jatah Menkominfo kepada Budi Arie. Sejatinya Kepala Negara tetap menunjuk orang dari NasDem untuk menggantikan posisi Johnny G Plate.
"Karena Pilpres tak ada kewajiban ada keberlanjutan koalisi yang ditentukan Jokowi, tidak ada kewajiban Nasdem harus ikut Jokowi. Untuk itu, nggak fair kalau kursi menteri ini dikasih ke Budi Arie. Ini hanya untuk menunjukan siapa yang loyal dan tidak loyal, kali ini, nuansa power sharing saja, karena Projo sudah berjuang dan sampai sekarang all out ke Jokowi," jelasnya.