Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Panjaitan kembali terang-terangan menentang keras Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Luhut memang sudah berkali-kali menentang operasi ini, sebab baginya OTT hanya bikin rusak nama bangsa. Pemberantasan korupsi kata tak harus melalui OTT, masih ada jalan yang menurutnya jauh lebih efektif.
“Ya memang harus begitu, ngapain bangsa kita ini pamer OTT, OTT melulu, bangga melihat itu,” kata Luhut di sela acara Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung KPK, Jakarta Selatan dilansir Kamis (20/7/2023).
Pada April 2021 silam Luhut melontarkan pernyataan keras mengenai OTT KPK. Dia mengatakan OTT adalah program gagal dari KPK sebab tingkat korupsi di negara terus meroket kendati KPK terus-terusan pamer hasil OTT.
Saat itu, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 tercatat sebesar 37 atau turun 3 skor dari 2019 yang sebesar 40. Indonesia berada di posisi 102 dari 180 negara.
“Maaf kalau saya bicara terbuka. OTT pun buahnya tidak buat orang jadi kapok. Tidak juga,” kata Luhut.
Lalu pada Januari 2023 Lalu Luhut kembali mentang OTT. Kali ini dia bahkan secara terbuka mengajak kepala daerah agar berani melawan OTT dan mengajak kepala daerah merubah paradigma pengelolaan menjadi serba digital untuk mengurangi potensi korupsi.
"Kita harus melawan OTT supaya kita menjadi negara yang bermartabat. Saya kira, kita tidak mau negara kita jadi negara yang dituduh tidak memiliki ekosistem yang bagus sehingga terjadi korupsi di Indonesia," kata Luhut.
Di lain kesempatan, Luhut mengatakan OTT dapat memperburuk citra Indonesia di mata negara lain. Solusinya, ia mempromosikan ide digitalisasi pengawasan untuk pencegahan antikorupsi.
"OTT, OTT itu tidak bagus sebenarnya buat negeri ini. Jelek banget, gitu. Tapi kalau digitalize siapa yang mau melawan kita. OTT itu tidak bagus sebenarnya buat negeri ini. Jelek banget, gitu,” katanya.
“Jadi kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau hidup-hidup sedikit bolehlah, kita kalau mau bersih-bersih amat di surga lah kau,” tutupnya.