Nasdem Kesal Gegara Anies Tak Konsisten soal Cawapres, Jubir Pasang Badan Jelaskan Kriteria ‘Nol’

Nasdem Kesal Gegara Anies Tak Konsisten soal Cawapres, Jubir Pasang Badan Jelaskan Kriteria ‘Nol’ Kredit Foto: Taufik Idharudin

Juru Bicara Anies sekaligus Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Sudirman Said buka suara mengenai kriteria “NOL” bagi calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan yang menimbulkan polemik dan menaikkan tensi di internal partai politik pendukung Anies.

Sudirman mengakui bahwa Anies memang mempertimbangkan kriteria nol dalam menentukan pilihan cawapres pendampingnya. Tetapi, Sudirman mengatakan kriteria Nol bukanlah merupakan tambahan kriteria.

Menurutnya, kriteria Nol hanya menjadi penguat dari lima kriteria yang ditetapkan partai pengusung dalam menentukan bakal cawapres Anies. 

Ia mengatakan, Anies memang sudah lama mempunyai pandangan mengenai kriteria Nol, yaitu tak bermasalah. Kriteria Nol itu sejalan dengan ikhtiar perbaikan dan perubahan yang diusung.

“Bagus kalau pemimpin nasional merupakan dwitunggal yang bebas dari risiko-risiko hukum,” ucapnya.

Sudirman juga berharap nantinya pemegang otoritas tak menggunakan hukum sebagai instrument politik.

“Kami percaya semoga pemegang otoritas tidak menggunakan hukum sebagai instrument politik. Dalam keadaan apapun, negara kita akan berwibaba bila yang tampil dipanggung kepemimpinan nasional adalah pribadi-pribadi yang bersih, kredibel, tidak koruptif, kompeten, dan punya visi besar tentang negara ini,” ucapnya.

Diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menilai Anies Baswedan tak konsisten pada kriteria cawapres yang telah ditentukan oleh partai pengusungnya. Pasalnya, Anies terus menambah kriteria cawapres.

Baca Juga: Soroti Hubungan Jokowi dan Surya Paloh yang Disebut Retak Gegara Usung Anies, Luhut: Saya Kira Pak Surya Juga Tak Ingin Kehilangan…

“Pertama saya bingung juga dengan Mas Anies ini, tiap hari berubah, bertambah kriterianya,” tutur Ali, Jumat (21/7/2023).

Padahal, penetapan kriteria merupakan kewenangan parpol pengusungnya. Anies diberi kewenangan dalam mencari sosok cawapres yang bisa mendampinginya sesuai kriteria yang telah dibuat oleh partai pendukungnya itu.

Sikap Anies yang menambah kriteria cawapres itu, kata Ali, sebagai pembenaran saja untuk mencari sosok yang diinginkan. Akibatnya muncul kesan ‘cocoklogi’ yang menganggap kriteria Anies cocok dengan sosok tertentu, misalnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pertama kali tiga kriteria, terus tambah dua kriteria, empat bulan lagi berapa kriteria. Daripada nanti jadi bahan pembicaraan orang, umumkan saja kalau kau sudah memilih orang,” tuturnya.

Baca Juga: Khofifah Tolak Jadi Cawapres Anies di Pilpres 2024, Nasdem Blak-blakan: Dia Engga Berani…

“Setiap hari berubah-ubah terus kriterianya kan? Jadi bangun, ada yang kepikir kriteria baru,” ucapnya.

“Pada akhirnya, kita nggak bisa menyalahkan juga Demokrat mencocok-cocokkan, bahwa apa yang disampaikan Mas Anies, yang memenuhi syarat adalah Mas AHY, iya kan?,” sambung Ali kepada wartawan, Jumat (21/7/2023).

Terkait

Terkini