Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief marah besar atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan yang baru-baru menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kampungan dan sok tahu.
Kesal dengan pernyataan Luhut, Andi Arief lantas menyindir balik, dia menyebut kampuang nan jauh lebih terhormat ketimbang berlagak kekotaan tapi justru mengobrol dengan negara dengan harga murah meriah. Pancasila juga ikut dijual dengan berbagai alibi yang membodohi masyarakat.
“Kami memang kampungan, tapi gak menjual negara dengan murah. Atas nama kaum kekotaan menjual Pancasila untuk mengeruk kekayaan alam. Alibi murahan,” kata Andi Arief kepada wartawan Senin (24/7/2023).
Senada,Deputi Isu dan Narasi Bakomstra Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana juga melontarkan kritik yang tak kalah pedas. Menurut Panca, Luhut jelas alergi dengan perubahan lantaran saat ini hidupnya sangat enak, Luhut sekarang ini kata Yan Harahap memiliki bisini yang sudah menggurita di mana-mana, jadi wajar saja dia ngotot agar tak ada perubahan di negara ini.
“Mungkin Anda tak butuh perubahan pak Luhut. Karena jabatan Anda terlalu banyak. Bisnis Anda terlalu enak. Hidup Anda terlalu lemak,” kata Panca, Senin, (24/7/2023).
Dia lalu mengungkit pernyataan Luhut yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kampungan.
“Buat kami yang kampungan ini perubahan itu penting dan perlu. Iya nggak sih?,” tandasnya.
Sebelumnya, Luhut membalas pernyataan AHY yang menyebut adanya upaya penjegalan Anies Baswedan.
Baca Juga: Batal Gugat Mahfud MD Rp5 Triliun Panji Gumilang Malah Perkarakarakan Ridwan Kamil, Astaga!
“Presiden itu bukan seperti yang dibilang Agus Yudhoyono tadi. Enggak betul sama sekali itu, saya jamin kalau itu. Saya kan perwira, kalau itu saya jamin enggak ada, jadi enggak usah bikin bicara-bicara, kampungan itu menurut saya," kata Luhut dalam program Rosi di Kompas TV, Kamis (20/7/2023) lalu.