Menteri dan Ketum Partai Berada Dalam Bayang-bayang Teror dan Intimidasi, Gegara Jokowi Benci Anies Nyapres!

Menteri dan Ketum Partai Berada Dalam Bayang-bayang Teror dan Intimidasi, Gegara Jokowi Benci Anies Nyapres! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Kritikus Faizal Assegaf menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) intimidasi para Menteri di kabinetnya. Hal itu karena Anies Baswedan masuk dalam bursa calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Teater politik kotor makin merusak citra Istana. Satu demi satu korban berjatuhan di lingkaran kekuasaan Jokowi. Para pembantu presiden terkesan diperbudak agenda politik terselubung,” cuit Faizal dalam akun Twitter-nya dilansir Populis.id, Kamis (27/7/2023).

Ia mengatakan hal tersebut bukan lagi hanya terkesan, namun memang fakta.

“Namun fakta terungkap dari ramainya perbincangan di kalangan jurnalis independen dan rakyat yang cerdas. Modus politik intimidasi rezim Jokowi menjadi sorotan serius,” ucapnya.

Faizal mengatakan sejumlah Menteri dan Ketua Umum Partai jelang Pilpres 2024 berada dalam bayang-bayang terror dan intimidasi. 

Seolah wajib manut pada kepentingan politik Jokowi. Berani lawan, masuk penjara,” tutur Faizal.

Seperti, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan sekaligus Ketum Golkar, dalam sepakan ini teraniaya dan terancam dikudeta. Serangan tersebut muncul usai Airlangga diisukan bertemu Anies Baswedan.

Baca Juga: AHY Resmi Maju Cawapres Dampingi Anies di Pilpres 2024, Benarkah?

Selain itu, Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan semakin kepanasan karena melihat mayoritas kader dan simpatisan Partai Golkar semakin bergerak dalam arus perubahan untuk mendukung Anies Baswedan.

Walhasil, Airlangga menjadi bidikan kemarahan. Luhut tampil dengan modal wajah garang, mulai bermanuver dengan siasat noraknya. Tapi hebatnya kaum muda Golkar dan sejumlah tokoh senior beri sinyal perlawanan,” kata Faizal.

Baca Juga: Anies Akan Deklarasikan Gatot Nurmantyo Sebagai Cawapres di Pilpres 2024, Jokowi dan Megawati Panik, Benarkah?

Di bawah tekanan yang kuat, kata Faizal, Airlangga berani tampil di publik menyampaikan ada 58 proyek Jokowi yang tidak kelar atau mangkrak. 

“Pesan yang kuat ditangkap rakyat, Golkar punya kartu AS tentang praktek binal rezim Jokowi,” ujarnya.

Menariknya, semburan 58 kasus itu tiba-tiba mencuat sehari setelah beredar kabar Airlangga akan dijadikan tersangka. Publik disuguhi intrik politik yang sangat krusial terjadi di lingkaran Istana. Perang terbuka Jokowi, Ketum Partai dan anggota kabinet,” sambungnya.

Menurut Faizal, jika situasi it uterus belanjut, maka semakin menguatkan bahwa Jokowi intimidasi para menterinya karena benci Anies Baswedan maju sebagai capre.

“Tentu norak, jahat dan tidak elok. Rakyat sangat berharap seluruh kader dan simpatisan Golkar bersatu. Fakta 58 skandal proyek mangkrak Jokowi sudah ada di meja Airlangga. Dokumen itu jangan dibuang ke tempat sampah!,” pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover