Kasus Polisi Tembak Polisi, Keluarga Endus Kejanggalan Pembunuhan Bripka Ignatius: Ini Pembunuhan Berencana, Bukan Kelalaian!!

Kasus Polisi Tembak Polisi, Keluarga Endus Kejanggalan Pembunuhan Bripka Ignatius: Ini Pembunuhan Berencana, Bukan Kelalaian!! Kredit Foto: Istimewa

Pihak keluarga Bripka Ignatius Dwi Frisco Sirage melai mengendus kejanggalan kasus pembunuhan anggota Densus 88 anti teror teror tersebut. Bripka Ignatius tewas ditembak seniornya sendiri di rumah susun Polri, Bogor, beberapa hari lalu. Seniornya yang berinisial IMS bersama satu rekannya yang lain kini telah ditetapkan menjadi tersangka. 

Pihak keluarga mengendus adanya rencana pembunuhan terhadap Bripka Ignatius, mereka merasa penjelasan pihak kepolisian tak masuk akal, dimana peristiwa tersebut diklaim terjadi karena faktor kelalaian sebab senjata api milik pelaku tiba-tiba meletus menewaskan Bripka Ignatius. Pernyataan itu diragukan kebenarannya sebab sebagai anggota Densus 88 mereka jelas sudah terlatih dan mustahil untuk lalai dalam penggunaan senjata api. 

Baca Juga: Ngamuk Gegara JIS Direnovasi, Terus Tuding Erick Thohir - FIFA Bersekongkol, Orangnya Ganjar: Pendukung Anies Makhluk Nggak Jelas, Dasar…

menemukan kejanggalan atas kasus anggota Densus 88 Antiteror Polri Bripka Ignatius Dwi Frisco Sirage yang tewas ditembak seniornya.  Salah satu yang dicurigai keluarga, ada unsur pembunuhan berencana terhadap Bripka Ignatius. \

"Kami menduga Pasal 340 pembunuhan berencana karena yang saya bilang tadi tiba-tiba meletus kelalaian," kata Jajang salah satu kerabat almarhum kepada wartawan Minggu (30/7/2023).

Jajang mengatakan, hal lain yang bikin pihak keluarga curiga adalah soal pernyataan penyidik, dimana  disampaikan bahwa tersangka Bripda IMS awalnya memperlihatkan senjata api ilegal rakitan itu kepada dua saksi lain yang berada di kamar, tetapi tidak meletus karena magasin tidak terpasang.

Senjata api tersebut lalu disimpan di dalam tas bersama magasin. Saat Bripda Ignatius tiba di tempat kejadian perkara, senjata api sudah terisi magasin. Hal inilah, kata Jajang, kecurigaan keluarga muncul bahwa kejadian penembakan sudah direncanakan, bukan kelalaian.

"Bagaimana ceritanya anggota Densus 88 bisa lalai? Itu orang terlatih loh, enggak bisa itu diterima kami seperti itu. Makanya, tewasnya Bripda Ignasius kami duga ada hal lain di balik semua itu. Makanya, kami duga memang si korban direncanakan dibunuh secara matang," kata Jajang.

Untuk mengungkap hal itu, kata Jajang, pihak keluarga akan datang ke Mabes Polri untuk membuat laporan polisi terkait dengan dugaan pembunuhan berencana terhadap Bripda Igantius.

"Kami akan kejar Pasal 340, kami tidak yakin sekelas Densus 88 ada kelalaian sepele seperti hal ini, tidak bisa kami meyakini itu," ujarnya.

Baca Juga: Singgung Duit dan Kekuasaan! Menantu Rizieq Shihab Bongkar Tujuan FPI FPI Ikut-ikutan Berpolitik, Ternyata Oh… Ternyata

Baca Juga: Blak-blakan Soal Nasib IKN, Omongan Anies Baswedan Bikin Kaget: Saya Heran, Kenapa….

Kasus tewasnya Bripda Ignatius sedang dalam penyidikan Polres Bogor, sedangkan pelanggaran etiknya ditangani oleh Divpropam Polri. Dua anggota Densus 88 Antiteror ditetapkan sebagai tersangka, Bripda IMS (23) yang memegang senjata api dan Bripka IG (33) selaku pemilik senjata api.

Saat kejadian, Bripka IG tidak berada di lokasi kejadian. Akan tetapi, menurut keterangan saksi dan tersangka IMS bahwa senjata api ilegal rakitan itu milik Bripka IG.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover