Ragu Sama Surat Sakit Panji Gumilang yang Ngaku Patah Tangan, Polisi Layangkan Panggilan Kedua, Bakal Dijemput Paksa Kalau Mangkir Lagi!

Ragu Sama Surat Sakit Panji Gumilang yang Ngaku Patah Tangan, Polisi Layangkan Panggilan Kedua, Bakal Dijemput Paksa Kalau Mangkir Lagi! Kredit Foto: Istimewa

Bareskrim kembali memanggil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang terkait kasus penistaan agama. Ini adalah panggilan kedua setelah sebelumnya Panji Gumilang mangkir pada panggilan pertama. Dalam panggilan kedua ini, pria paruh baya yang kontroversial itu dijadwalkan diperiksa pada Selasa (1/8/2023).

"Kami melayangkan panggilan kedua sebagai saksi dan diharapkan besok pada tanggal 1 Agustus yang bersangkutan (Panji Gumilang) bisa hadir untuk memenuhi panggilan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum), Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan Senin (31/7/2023). 

Baca Juga: Banyak Cincong, Terus Mangkir dari Panggilan Polisi, Panji Gumilang Dijemput Paksa, Eng-Ing, Eng!

Sejatinya, penyidik telah menjadwalkan pemanggilan kepada pimpinan Ponpes Al Zaytun itu pada Kamis (27/7/2023) kemarin. Namun, yang bersangkutan tidak hadir. Alasanya sedang sakit.Panji disebut patah tangan kiri.

"Yang bersangkutan tidak hadir dikarenakan alasan yang disampaikan adalah dengan surat dokter yang menyatakan bersangkutan sakit. Namun, menurut kami itu hanya surat dokter yang secara formal tidak bisa kami buktikan," tambahnya.

Djuhandhani menjelaskan, saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi dan telah menerima hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terkait pemeriksaan barang bukti.

Baca Juga: Mulut Dokter Tifa Lancang, Berani Betul Minta Presiden Xi Jinping Beri Jokowi KTP Tiongkok: Jangan Balik Lagi ke Jakarta, Kami Eneg!

Baca Juga: Sambil Pekikan Takbir, Menantu Rizieq Shihab Blak-blakan Soal Beber Sosok Dukungan FPI di 2024: Dia Orangnya Saleh dan Takut Kepada Allah!

"Penyidik telah memeriksa 38 saksi, termasuk 16 ahli yang mencakup ahli agama, ahli pidana, ahli sosiologi, ada juga ahli fiqih, dan lain-lain," jelasnya.

Dijemput Paksa

Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan jika pada panggilan kedua ini Panji Gumilang tetap ngeles dan banyak alasan untuk tidak memenuhi  panggilan tersebut, maka pihaknya bakal menjemput paksa. 

"Penyidik mempunyai kewenangan (jemput paksa) yang akan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, ketentuan, dan peraturan," kata Djuhandani saat dihubungi, Minggu (30/7/2023).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover