Pengamat Kebijakan Publik yang juga loyalis Anies Baswedan, Gigin Praginanto menyentil keras kelompok sukarelawan Presiden Joko Widodo yang menggelar aksi unjuk rasa buntut pernyataan kasar Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo bajingan tolol.
Adapun unjuk rasa kelompok sukarelawan Jokowi meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili Rocky Gerung lantaran dinilai telah menyerang Jokowi secara personal, eks Dosen Filsafat Universitas Indonesia itu disebut telah menghina lambang negara.
Gigi mengatakan, aksi unjuk rasa itu adalah bukti kelompok relawan dan loyalis Jokowi sedang krisis otak, mereka harus main keroyokan, padahal lawan mereka hanya Rocky Gerung seorang.
"Benar-benar krisis otak. Melawan satu orang mengerahkan otot beramai-ramai, di berbagai kota pula," ujar Gigin dalam cuitan Twitternya dilansir Populis.id Kamis (3/8/2023).
Terpisah, Mantan Menteri BUMN Muhammad Said Didu juga ikut mengomentari aksi unjuk rasa ini, dia menuding aksi demonstrasi itu besar-besaran sengaja diakomodir dan diongkosi pemerintah. Said Didu mengatakan itu tanpa menunjukan bukti apapun.
"Pejabat negara yang dibayar oleh rakyat mengkoordinir demo terhadap rakyat," klaim Said Didu
Adapun aksi unjuk rasa besar-besaran yang rencananya digelar pada 10 Agustus 2023 itu bertajuk “Aksi Tangkap Rocky Gerung” unjuk rasa ini diinisiasi kelompok Barikade 98.
Kelompok sukarelawan Jokowi ini sebelumnya telah melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, namun laporan ditolak karena perkara itu tidak termasuk delik aduan. Artinya Rocky Gerung hanya bisa diproses hukum jika yang memperkarakannya adalah Jokowi yang menjadi sasaran umpatan kasar itu.