NTT Jadi Provinsi Termiskin di Indonesia, Viktor Laiskodat Mencak-mencak: Kita Miskin Karena Pemimpinnya Tolol!

NTT Jadi Provinsi Termiskin di Indonesia, Viktor Laiskodat Mencak-mencak: Kita Miskin Karena Pemimpinnya Tolol! Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat tidak terima Provinsi yang ia pimpin menjadi salah satu wilayah termiskin di Indonesia.

Politisi NasDem itu mengaku heran sebab wilayah yang ia pimpin itu kaya akan sumber daya alam.

Viktor mengatakan NTT  menjadi provinsi termiskin lantaran kekayaan sumber daya alamnya tak dikelola secara maksimal. Hal itu disebabkan karena pemimpin-pemimpin wilayah yang tak kompeten. 

Baca Juga: PAN-Golkar ke Prabowo, Kubu Anies Baswedan Biasa Aja Tuh, Nggak Merasa Terancam Sama Sekali, PKS Justru Blak-blakan Bilang Begini!

"Saya selalu bilang, bukan ini provinsi miskin tapi kekayaannya belum dikerjakan. Karena itu, dia (NTT) belum kaya, bukan dia (NTT) miskin. Ya kenapa belum dikerjakan? Karena pemimpinnya tolol," tegas Viktor dilansir Senin (14/8/2023). 

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 9,57 persen pada September 2022. Angka ini meningkat 0,03 persen poin terhadap persentase pada Maret 2022. Secara jumlah, penduduk miskin mencapai 26,36 juta orang per September 2022.

Berdasarkan catatan BPS, ada lima provinsi di Indonesia yang tergolong sangat miskin, urutan pertama ditempati Provinsi Papua, dengan persentase angka kemiskinan 26,8 persen. Angka ini meningkat dibandingkan pada Maret 2022, yakni 26.56 persen.

Posisi kedua ditempati Provinsi Papua Barat dengan persentase penduduk miskin mencapai 21,43 persen. Angka ini naik dari Maret 2022 yang mencapai 21,33 persen.

Provinsi termiskin ketiga ditempati oleh Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan persentase penduduk miskin mencapai 20,23 persen per September 2022. Angka ini juga meningkat dibanding Maret 2022, yakini 20,05 persen.

Posisi keempat adalah Provinsi Maluku dengan persentase penduduk miskin 16,23 persen pada September 2022. Angka ini naik dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 15,97 persen.

Provinsi kelima adalah Gorontalo, yakni 15,51 persen pada September 2022. Persentase penduduk miskin ini meningkat dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 15,42 persen.

Lebih lanjut, BPS mencatat secara nasional garis kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp 535.547 per kapita per bulan. Angka ini terdiri dari komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 397.125 (74,15 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 138.422 (25,85 persen).

Baca Juga: PAN-Golkar Merapat ke Prabowo, Mas Ganjar Langsung Ngomong Begini Sambil Pamer Kaus Bergambar Jokowi, Simak Baik-baik!

Baca Juga: PAN-Golkar Merapat Dukung Prabowo, Ade Armando Teriak Lantang: Ganjar Akan Kalah!

Pada periode yang sama, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,34 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.324.274 per rumah tangga miskin per bulan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover