Sebut Prabowo Gunduli Hutan dan Hamburkan Dana Triliunan Rupiah, PDIP: Dia Merusak Bumi Demi Ambisi Food Estate yang Gagal Total!

Sebut Prabowo Gunduli Hutan dan Hamburkan Dana Triliunan Rupiah, PDIP: Dia Merusak Bumi Demi Ambisi Food Estate yang Gagal Total! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Politisi PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean menyebut Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan RI dan Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian adalah dua sosok yang paling bertanggung jawab atas mandeknya program food estate. Program ini kata Ferdinand gagal total di tangan kedua menteri tersebut. 

"(Syahrul) Yasin Limpo dan Prabowo adalah dua sosok menteri yang gagal mengurus Food Estate ini," ujar Ferdinand dalam sebuah cuitan di akun twitternya dilansir Populis.id Rabu (16/8/2023). 

Baca Juga: Murka Gegara Tarif Ceramah, Habib Bahar Tempeleng Jamaah: Bagi Ana Ceramah Itu….

Menurut Ferdinand yang juga eks politisi Gerindra itu, gara-gara ambisi  proyek food estate, Prabowo menggunduli sejumlah hutan dan tega merusak lingkungan, disisi lain dana jumbo yang digelontorkan untuk menyokong proyek ini juga raib entah kemana.  Bagi Ferdinand kegagalan food state adalah sebuah masalah yang tak bisa dimakulmi begitu saja, proyek itu perlu diaudit.

"Hutan ditebang dan merusak bumi tak ditumbuhi apapun kecuali ambisi mereka. Dana triliunan mungkin mengucur dan harus diaduit. Yang merusak bumi akan ditolak bumi!," ucapnya.

Seperti diketahui, Proyek food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah ditujukan untuk mencegah ancaman krisis pangan.  Hanya saja, dalam proses pembangunannya proyeknya, tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan.

Bahkan, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa proyek food estate yang saat ini dikerjakan pemerintah merupakan bagian dari kejahatan lingkungan.

Hal itu diungkapkan Hasto ketika dimintai tanggapan soal dugaan aliran dana kejahatan lingkungan sedikitnya Rp 1 triliun masuk ke partai politik untuk pembiayaan Pemilu 2024.

Ditegaskan Hasto, politik seharusnya merawat kehidupan dan menjaga bumi pertiwi. Pada proyek tersebut, Presiden Jokowi menugaskan Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menjadi leading sector.

Selain itu, Jokowi juga menugasi Kementerian Pertahanan, di bawah kendali Prabowo Subianto, menjadi back-up dan fokus mengurusi lahan singkong. Proyek food estate dianggap gagal, bahkan DPR pernah menyebutnya kacau balau.

Baca Juga: Fotonya Dicatut di Baliho Prabowo dan Ganjar Buat Kampanye Capres, Jokowi Blak-blakan: Ini Saya Harus Ngomong Terus Terang, Saya…

Baca Juga: Megawati Terseok-seok, Selain Lawan SBY dan Surya Paloh, Jokowi Juga Bakal Jadi Musuh Baru di Pilpres 2024

Mengacu Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023, program food estate menjadi proyek prioritas strategis.

Sejumlah provinsi dijadikan sebagai sentra produksi pangan ini, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Selatan.

Namun, dalam perkembangannya, program tersebut justru gagal dalam upaya menjadi lumbung pangan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover