Dijerat Hukuman Mati, Panji Gumilang Sujud-sujud Minta Ampun Didepan Jokowi, Benarkah?

Dijerat Hukuman Mati, Panji Gumilang Sujud-sujud Minta Ampun Didepan Jokowi, Benarkah? Kredit Foto: Istimewa

Sebuah video terkait Panji Gumilang nangis-nangis didepan Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta ampun usai resmi dijerat hukuman mati beredar disalah satu media sosial.

Kabar tersebut diunggah oleh akun Youtube KABAR NEWS pada 18 Agustus 2023.

Unggahan tersebut seolah menarasikan Panji Gumilang dijerat hukuman mati dan sujud didepan Jokowi minta ampun.

“GEGER SORE INI || PANJI G NANGIS2 DEPAN JOKOWI MINTA AMPUN USAI RESMI DIJ£R4T HVKUM4N M4T!,” judul video.

“DIJERAT HUKUMA M4TI PANJI GUMILANG SUJUD2 DEPAN JOKOWI MINTA AMPUN,” narasi disampul video.

Setelah menonton video, tidak ditemukan tayangan Panji Gumilang nangis-nangis didepan Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta ampun usai resmi dijerat hukuman mati.

Dalam video yang berdurasi 8 menit 4 detik itu hanya menyampaikan sebuah artikel yang berjudul, “Nah Loh! Kasus Ponpes Al Zaytun Indramayu Memasuki Babak Baru, Panji Gumilang Bakal Dijerat Pasal Berlapis.”

Artikel tersebut berisikan Panji Gumilang yang terancam dengan pasal berlapis, setelah Bareskrim Mabes Polri resmi menjerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Rabu (16/8/2023).

Baca Juga: Pencapresan Anies Gagal, Surya Paloh Tunduk Pada Perintah Jokowi, Benarkah?

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipidektisus) Mabes Polri, usai gelar perkara eksternal dan ditemukan bukti permulaan yang cukup hingga menaikkan status dugaan TPPU dari penyelidikan ke penyidikan. Tidak hanya TPPU, dalam gelar perkara tersebut penyidik juga menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Panji Gumilang.

Baca Juga: Anies Dapat Dukungan dari Gerakan Pemuda Ka’bah, Eh Relawan Ganjar Protes: Cuma Main Klaim Saja, Sama Seperti Kubu Prabowo!

Dengan demikian, video yang menarasikan Panji Gumilang nangis-nangis didepan Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta ampun usai resmi dijerat hukuman mati adalah tidak benar. Faktanya, tak ada informasi atau pernyataan resmi atas klaim terkait.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover