Pengetahuannya Benar-benar Kacau, Anies Baswedan Sampai Disuruh Belajar Sama Bocil PSI

Pengetahuannya Benar-benar Kacau, Anies Baswedan Sampai Disuruh Belajar Sama Bocil PSI Kredit Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi mengkritik keras bakal calon presiden usungan Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Kritik Dedek itu untuk merespons pernyataan Anies Baswedan terkait BPJS. Dia menyebut pengetahuan eks Gubernur  DKI Jakarta itu soal BPJS sangat minim. 

“Mengerenyut dahi saya melihat pak Anies Baswedan usaha banget menjawab pertanyaan yang dia gak kuasai. Ayo pak Anies, pelajari bagaimana sistem JKN bekerja melalui system operator-nya yang bernama BPJS,” kata Dedek Senin (27/8/2023).

Baca Juga: Prabowo Nyesal Didukung Kelompok Intoleran dan Radikal, Din Syamsuddin Ngomel: Itu Tuduhan, Dia Pengkhianat

Dedek lantas  menyarankan Anies belajar ke para kader PSI terkait kartu kesehatan yang menjadi program Presiden Joko Widodo itu.

“Gak usah malu belajar dari anak-anak PSI soal BPJS. Mereka lebih paham,” tutur Sekretaris Jenderal DPP Teman Ganjar ini.

Sebelumnya, penyataan Anies itu beredar dalam sebuah video. Nampak peserta dalam forum bertanya ke Anies apakah BPJS akan dikurangi atau dinaikkan nantinya.

Anies menekankan agar dalam bidang kesehatan untuk fokus pada pencegahannya, bukan pengobatannya.

”BPJS kesehatan adalah salah satu reform bidang kesehatan yang kita ingin kita perbaiki. Jadi jangan hanya fokus pada ujungnya, kuratifnya. Tapi promotif, preventif itu,” tuturnya.

Baca Juga: Baliho Prabowo-Gibran Tiba-tiba Muncul di Labuan Bajo, Gibran: Nggak Ada Izin ke Saya, Aku Ora Mudeng

Baca Juga: Sindir Jawaban Anies soal BPJS, PSI: Mengerenyut Dahi Saya Melihatnya, Gak Usah Malu Belajar dari Kita…

“Dimana perhatikan kesehatan sejak dalam kandungan. Itu penting. Perhatian kepada ibu hamil itu mendasar sekali karena itu menentukan. Secara pertumbuhan ketika anak itu lahir, kemudian usia dini, dewasa, baru nanti ketika kita bicara perjalanan hidup, menjelang usianya lanjut, disitulah mulai isu kuratif itu semakin dominan. Kita seringkali memperhatikan aspek di ujung kuratifnya pak,” tandasnya

Terkait

Terpopuler

Terkini