Pulau Rempang Series: Kisah Masa Lalu, Keindahan Alam, hingga Potensi Ekonomi

Pulau Rempang Series: Kisah Masa Lalu, Keindahan Alam, hingga Potensi Ekonomi Kredit Foto: pixabay @sasint

Dengan nilai investasi mencapai Rp381 triliun pada tahun 2080, Kawasan Rempang Eco City dinilai dapat menyerap hingga 306.000 tenaga kerja. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sebelumnya mengatakan bahwa Pulau Rempang akan menjadi The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep "Green and Sustainable City". Dengan begitu, pengembangan Pulau Rempang akan memberi kemudahan koneksi antarpulau sekitar sekaligus menghadirkan zona pariwisata yang mengedepankan konservasi alam.

Dukungan dan keseriusan pemerintah dalam pembangunan Rempang Eco City juga telah disampaikan oleh Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan bahwa rencana strategis Rempang Eco City merupakan perhatian serius bagi pemerintah pusat.

"Keterlibatan masyarakat akan maksimal. Industri di Pulau Rempang nantinya akan membuka sekitar 30.000 lapangan pekerjaan. Masyarakat Kepri, khususnya dari Pulau Rempang akan menjadi prioritas. Ini akan menjadi fokus pemerintah dalam memberikan harapan kepada generasi penerusnya," tegas Bahlil dalam kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu. 

Komitmen senada juga disampaikan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Ia memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada masyarakat dalam pengembangan kawasan Pulau Rempang. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam memastikan pengembangan kawasan Pulau Rempang dapat berjalan lancar.

"Dengan momentum pembangunan ini, saya berharap nasib masyarakat bisa berubah menjadi lebih baik," tegas Rudi.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini