Pengamat politik Rocky Gerung menyebut masih ada celah Partai Demokrat membentuk koalisi keempat untuk melawan bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, bakal capres PDIP Ganjar Pranowo, dan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto.
Rocky Gerung mengatakan Demokrat sepertinya tidak mau kembali pada Koalisi Perubahan, yang menyebabkan hanya tinggal dua pilihan tersedia, yaitu masuk koalisi Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Jokowi Ditanya Informasi Intelijen Mengenai Dukungan Anies-Cak Imin
"Demokrat kelihatannya nggak mau lagi masuk dalam pragmatisme artinya balik pada Anies-Cak Imin, tetapi ada pragmatisme lain yaitu pindah ke Prabowo atau pindah ke PDIP," ucapnya.
Karenanya menimbulkan analisis bahwa Demokrat sepertinya tidak akan menjadi oposisi di Pilpres 2024 jika sampai mendukung Prabowo atau Ganjar yang berkaitan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ini justru yang akan menimbulkan semacam analisis apakah betul Demokrat tegak lurus dengan prinsip tidak akan mendukung Presiden Jokowi dan menganggap bahwa dia sendiri harus tumbuh sebagai oposisi dalam bentuk apapun, bergabung dengan Prabowo tidak mungkin jadi oposisi, bergabung dengan Mega juga tidak jadi oposisi," ungkapnya.
Kemudian Rocky mulai membicarakan celah Demokrat membentuk koalisi keempat yang tentu masih bisa, namun PKS tidak lagi tersedia karena telah resmi mendukung Anies-Cak Imin.
"Nah kalau kita hitung misalnya masih ada nggak celah Demokrat membentuk koalisi keempat? mungkin aja masih ada, tapi tidak mungkin lagi dengan PKS," ucapnya dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (18/9).
"Masih ada PPP menunggu wait and see, PBB itu ada di Gerindra segala macem, tapi kita musti lihat bagaimana Demokrat mensiasati politik tanpa tergelincir dalam prinsip-prinsip pragmatisme, itu yang akan diujikan orang," tandasnya.