Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak menunjukkan isi Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres di Pilpres 2024 selain partai politik.
Lukman mengatakan publik mengira bahwa Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Prabowo Subianto hanya beranggotakan sejumlah partai politik, seperti PAN, Gerindra, Golkar, dan terbaru Demokrat.
Baca Juga: Naiknya Elektabiltas Anies-Cak Imin Tak Perlu Digaungkan
"Banyak yang mengira koalisi Indonesia Maju, anggotanya cuma PAN, Gerindra, Golkar & Demokrat," ucap Lukman dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Minggu (24/9).
Tapi bersumber dari pengamat, koalisi Prabowo Subianto juga terdiri dari lembaga penegak hukum seperti Badan Intelijen Negara (KPK) hingga Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), kemudian aja juga partai di luar parlemen.
"Namun menurut pengamat, Kejaksaan, BIN, KPK, Oligarki, dll, juga adalah bagian dari koalisi. Cat. PBB, PSI, Garuda & Gelora yang merupakan partai non parlemen juga ada di koalisi ini," ungkapnya.
Banyak yg mengira koalisi Indonesia Maju, anggotanya cuma PAN, Gerindra, Golkar & Demokrat. Namun menurut pengamat, Kejaksaan, BIN, KPK, Oligarki, dll, juga adalah bagian dr koalisi.
— Lukman Simandjuntak (@hipohan) September 23, 2023
Cat
PBB, PSI, Garuda & Gelora yg merupakan partai non parlemen juga ada di koalisi ini.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei terbaru Politika Research & Consulting (PRC), tren elektabilitas Prabowo menurun, sedangkan bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan menguat di Jawa Timur setelah deklarasi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres.
"Anies Baswedan yang di bulan April itu di angka 14 persen menjadi 18,3 persen dalam waktu kami melakukan survei tanggal 7 September, berarti dalam waktu seminggu sudah ada perubahan di angka 4,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo dalam rilis survei Peta Politik Jawa Timur Pasca Deklarasi AMIN, Minggu, 17 September 2023 dikutip dari Metro TV.
Sementara tren elektabilitas Ganjar dalam survei tersebut cenderung stagnan, pada April 2023 di angka 40,8 persen, lalu pada September 2023 menempati angka 40,4 persen. “Dari bulan April, Ganjar Pranowo itu masih stabil di angka 40 persen nyaris tidak berubah,” ujar dia.
Beda dengan Anies, tren elektabilitas Prabowo mengalami penurunan 8,2 persen, pada april 2023 Menteri Pertahanan itu memperoleh suara 40,5 persen, dan kini turun menjadi 32,3 persen.