Pegiat media sosial Bachrum Achmadi mengungkapkan bahwa kubu sebelah berpotensi mengamuk kepada bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Pasalnya ketika Anies Baswedan dan bakal cawapresnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengadakan Jalan Gembira di kawasan Monumen Mandala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pagi ini, lautan massa terlihat tumpah ruah.
Baca Juga: Anies Baswedan Akan Menang Jika Pilpres 3 Paslon
"Waduh…gawat! Makassar bergelora. Anies semakin mengancam kubu sebelah. Jangan pada ngamuk yak, pilpres dibawa riang gembira aja!" ucap Bachrum dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Minggu (24/9).
Waduh…gawat! Makassar bergelora. Anies semakin mengancam kubu sebelah.
— SiraitBatakDusun™? (@bachrum_achmadi) September 24, 2023
Jgn pd ngamuk yak, pilpres dibawa riang gembira aja! ???????????? pic.twitter.com/DShAhtwH2o
Untuk diketahui, berdasarkan kesaksian warga Makassar Abdul Madjid Sallatu (75 tahun) mengatakan sebelumnya belum pernah ada massa sebanyak yang berkumpul mengikuti Jalan Gembira Anies-Cak Imin (AMIN).
"Kalau yang seperti tadi kayaknya baru pertama kali terjadi. Diperkirakan di atas 1 juta orang yang hadir," katanya dikutip dari Kumparan.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei terbaru Politika Research & Consulting (PRC), elektabilitas Anies menguat di Jawa Timur setelah deklarasi cawapres dengan Cak Imin.
"Anies Baswedan yang di bulan April itu di angka 14 persen menjadi 18,3 persen dalam waktu kami melakukan survei tanggal 7 September, berarti dalam waktu seminggu sudah ada perubahan di angka 4,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo dalam rilis survei Peta Politik Jawa Timur Pasca Deklarasi AMIN, Minggu, 17 September 2023 dikutip dari Metro TV.
Sementara tren elektabilitas bakal capres PDIP Ganjar Pranowo dalam survei tersebut cenderung stagnan, pada April 2023 di angka 40,8 persen, lalu pada September 2023 menempati angka 40,4 persen. “Dari bulan April, Ganjar Pranowo itu masih stabil di angka 40 persen nyaris tidak berubah,” ujar dia.
Sedangkan tren elektabilitas bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menurun 8,2 persen, pada april 2023 Menteri Pertahanan itu memperoleh suara 40,5 persen, dan kini turun menjadi 32,3 persen.