“Kita harus mengantisipasi dua hal ini, ketegangan geopolitik dan perubahan iklim akibat pemanasan global. Negara yang memiliki kedaulatan pangan ke depan, akan memiliki posisi tawar yang kuat terhadap negara lainnya,” katanya dikutip dari Inklusif Kolaboratif.
Untuk diketahui, tahun lalu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor pangan di Indonesia mencapai 5,5 juta ton dengan nilai sekitar Rp16,5 triliun, terdiri dari beras, kedelai, gandum, gula, dan daging.