Putusan MK Tentang Batas Usia Capres-Cawapres Terkesan Dramatis

Putusan MK Tentang Batas Usia Capres-Cawapres Terkesan Dramatis Kredit Foto: Akurat

Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batas usia capres-cawapres untuk Pilpres 2024 terkesan dramatis dan diulur-ulur.

Tifatul Sembiring mengatakan akan menunggu hasil putusan MK tentang batas usia capres-cawapres, dan berdasarkan kabar yang diterimanya, ini sepertinya berkaitan dengan majunya anak Pak Lurah, yang disinyalir mengarah pada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Kaesang Lebih Baik Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo

"Kita tunggu hasil putusan MK tentang batasan usia capres/cawapres. Terkesan dramatis, emang. Seperti di-ulur-ulur. Kabarnya ada kaitan dengan anak pak Lurah yang mo maju... *GelarTiker," ucapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (11/10).

Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyampaikan putusan terkait gugatan batas usia capres-cawapres pada Senin 16 Oktober 2023 pekan depan, dan KPU akan mengikuti keputusan tersebut.

Sementara itu, SETARA Institue menilai Mahkamah Konstitusi (MK) akan menjadi penopang dinasti Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika memutuskan menurunkan batas usia minimal capres-cawapres untuk Pilpres 2024.

Pasalnya putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka akan bisa maju di Pilpres 2024, dan ia saat ini berusia 36 tahun, sedangkan dalam syarat UU Pemilu usia capres-cawapres minimal 40 tahun.

"Jika MK mengabulkan permohonan ini, maka MK bukan hanya inkonsisten dengan putusan-putusan sebelumnya, tetapi juga kehilangan integritas dan kenegarawanan," ujar Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Jakarta, Hendardi dalam keterangannya, Senin (9/10) dikutip dari CNN Indonesia.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover