Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak mengungkapkan utang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD kepada publik setelah menjadi cawapres dari bakal capres PDIP Ganjar Pranowo.
Lukman mengatakan Mahfud MD sebenarnya pilihan tepat sebagai cawapres Ganjar Pranowo, lalu ia pun menyebutkan utangnya kepada publik, yaitu penyelesaian kasus transaksi janggal Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Rintangan Ganjar Sebelum Jadikan Mahfud MD Cawapres Diungkap
Selain itu, sebagai cawapres Ganjar Pranowo, ada statement Mahfud MD yang bermasalah, yaitu saat menyebut kasus penembakan 6 laskar FPI oleh Polda Metro Jaya di KM 50 merupakan tindak pidana biasa dan tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang merupakan pelanggaran HAM biasa, bukan berat.
"Mahfud pilihan yang tepat sebenarnya, tapi masih pada ingat statemen ybs yang kurang bisa diterima banyak orang. Beliau juga masih ada utang terkait kasus Kemenkeu, alias pencucian uang 349 triliun, yang masih ditunggu penyelesaiannya," ungkap Lukman dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (19/10).
Mahfud pilihan yg tepat sebenarnya, tp masih pada ingat statemen ybs yg kurang bisa diterima banyak orang. Beliau juga masih ada utang terkait kasus Kemenkeu, alias pencucian uang 349 triliun, yg masih ditunggu penyelesaiannya ???? pic.twitter.com/Sjn9ijZD02
— Lukman Simandjuntak (@hipohan) October 18, 2023
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan secara langsung bahwa Menkopolhukam Mahfud MD akan mendampingi Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.