Terlihat berbahaya untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika mendukung calon presiden (capres) selain yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo.
Dengan mendukung capres selain Ganjar Pranowo, Jokowi sama saja seperti meninggalkan PDIP, dan menurut pengamat Ilmu Politik Saidiman Ahmad, ia berpotensi akan kehilangan pamor.
Baca Juga: Kenapa PDIP Tidak Tunggu Jokowi untuk Umumkan Cawapres Ganjar?
"Justru saya lebih khawatir Jokowi akan kehilangan pamor jika meninggalkan PDI Perjuangan, misalnya jika dia secara terang-terangan mendukung calon presiden selain yang diusung partai banteng bermoncong putih itu," ujarnya.
Selain itu, tindakan yang dilakukan Jokowi dengan mendukung capres selain Ganjar akan terbaca sebagai pengkhianatan terhadap PDIP, dan tentu sikap tersebut sangat tidak terpuji berdasarkan kultur di Indonesia.
"Tindakan itu dengan mudah akan terbaca sebagai bentuk penghianatan atau sikap yang tak tahu balas budi. Sikap seperti ini, dalam kultur Indonesia, sangat tidak terpuji," jelasnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (19/10).
PDI PERJUANGAN
— Saidiman Ahmad (@saidiman) October 16, 2023
PDI Perjuangan ini menarik. Unik. Mereka adalah partai utama pendukung Joko Widodo. Sudah lebih dari 22 tahun partai ini mendukung Jokowi berada dalam pemerintahan, mulai dari tingkat walikota, gubernur, sampai presiden.
Namun di antara partai pendukung… pic.twitter.com/XW6PTzLD33
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan secara langsung bahwa Menkopolhukam Mahfud MD akan mendampingi Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.