Brutal dan Menjijikkan Proses Gibran Menjadi Cawapres Prabowo

Brutal dan Menjijikkan Proses Gibran Menjadi Cawapres Prabowo Kredit Foto: Viva

Pegiat media sosial Yusuf Dumdum merasa proses Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres dari bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto brutal dan menjijikkan.

Mulanya Yusuf Dumdum mengaku tidak mempermasalahkan majunya Gibran menjadi cawapres Prabowo Subianto, bahkan sekalipun jika putra sulung Presiden Jokowi itu ingin menjadi capres.

Baca Juga: Ada yang Memaksa Gibran Disandingkan dengan Prabowo, Siapa?

"Jujur saja ya sebenarnya saya dan teman-teman semuanya ini tidak pernah mempermasalahkan Gibran untuk maju sebagai cawapres Prabowo Subianto, silahkan saja itu adalah hak Gibran sebagai warga negara, bahkan ya kalau Gibran mau maju sebagai capres pun silahkan saja kami tidak akan mempermasalahkan," ungkapnya.

Menurutnya yang menjadi permasalahan adalah proses Gibran menjadi cawapres Prabowo, karena diduga kuat berkaitan dengan diubahnya aturan batas usia capres-cawapres oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Namun yang menjadi kritik keras kami adalah adanya proses otak atik aturan di Mahkamah Konstitusi atau MK," ucap Yusuf dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Selasa (24/10).

Yusuf mengatakan hal tersebut merupakan poin penting yang diperhatikan dalam proses Gibran menjadi cawapres, karena sangat brutal dan menjijikkan, ditambah ada hubungan keluarga antara Ketua MK Anwar Usman dengan Jokowi.

"Nah itulah yang menjadi poin penting bagi kami karena apa, karena itu terlihat sangat-sangat brutal dan menjijikkan, apalagi ya yang menjadi ketua hakim MK itu adalah adik ipar dari Presiden Jokowi dan sekaligus paman dari Gibran," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini