Pegiat media sosial Rinny Budoyo mengungkapkan bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah jor-joran untuk menjadi cawapres dari bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto.
Upaya maksimal yang dilakukan Erick Thohir untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto adalah dengan mendukung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Banser Nahdatul Ulama (NU).
Baca Juga: Ternyata Ada 4 Orang yang 'Gagal' Jadi Cawapres Prabowo Karena Gibran, Siapa Saja?
"Kita tahu orang kaya raya ini sudah benar-benar jor-joran agar namanya bisa masuk sebagai cawapres, dia sudah jorjoran mendukung Partai Amanat Nasional dan dia juga sudah jor-joran mendukung Banser NU," ungkapnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Senin (30/10).
Namun akhirnya Erick harus tersingkir sebagai cawapres setelah Prabowo memilih putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mendampinginya.
"Hasil akhir dari dari semua upaya itu adalah pulang dengan tangan hampa, Pak Erick harus pulang dengan tangan hampa gara-gara di detik-detik akhir 'rumah kuat' memaksakan nama Gibran menjadi cawapres dari Eyang Prabowo," ujar Rinny.
Padahal berdasarkan survei, Erick lebih unggul dari Gibran sebagai cawapres Prabowo untuk membantu kemenangan Pilpres 2024. "Walaupun menurut hasil survei nama Pak Erick lebih mendukung Eyang Prabowo buat menang Pilpres," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bacapres Prabowo Subianto mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres dari Koalisi Indonesia Maju untuk Pilpres 2024.
"Baru saja Koalisi Indonesia Maju telah berembuk secara final dan secara konsensus seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju," kata Prabowo di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu malam (22/10) dikutip dari Suara.