Jokowi Dikabarkan Tak Setuju Prabowo Gantikan Gibran

Jokowi Dikabarkan Tak Setuju Prabowo Gantikan Gibran Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak setuju bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menggantikan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

Denny Siregar mulanya mengatakan Prabowo Subianto saat ini tengah resah dengan elektabilitasnya yang semakin menurun setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap masyarakat mewakili kepentingan majunya Gibram sebagai cawapres.

Baca Juga: Tokoh Golkar Hanya Diam Dilecehkan Gibran dalam Syukuran HUT ke-59

"Kasak-kusuk di masyarakat semakin luas dan menjadi tone negatif buat Gibran yang berimbas pada angka survei Prabowo yang turun, dan angka turunnya survei Prabowo itu bisa dilihat dari survei Charta Politika yang keluar kemarin, dan ini sangat meresakan Prabowo," ucapnya.

Bahkan saking terpengaruhnya, Prabowo sempat berpikir untuk menggantikan Gibran dengan Menteri BUMN Erick Thohir. "Makanya dia Sempat terpikir untuk menggantikan Gibran dengan Erick Tohir sebagai wakil selagi sempat," sambungnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Rabu (7/11). 

Namun berdasarkan kabar yang beredar, Presiden Joko Widodo tidak setuju putra sulungnya, Gibran, digantikan Prabowo, sehingga Menteri Pertahanan itu hanya bisa menurutinya.

"Tapi kabarnya Jokowi enggak setuju, dia tetap ingin Gibran anaknya menjadi calon wakil presidennya Prabowo, dan karena Jokowi presiden, maka Prabowo mengalah karena dia belum punya kekuatan apa-apa sekarang," ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Charta Politika Indonesia, elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bersaing ketat dengan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover