Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu meminta Menteri Investasi Bahlil Lahadiala berhenti membuat narasi yang membodohi rakyat terkait majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapres di Pilpres 2024.
Said Didu mengungkapkan yang dipersoalkan mengenai Gibran menjadi cawapres bukan tentang umur, namun perubahan aturan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuatnya bisa lolos maju Pilpres 2024.
Baca Juga: Apapun Putusan MKMK, Jokowi Bakal Terus Majukan Gibran Cawapres
"Pak @bahlillahadalia yth, berhentilah membuat narasi membodohi rakyat. Yang dipersoalkan adalah perubahan aturan demi meloloskan Gibran yang dilakukan oleh Kakak ipar dan dipengaruhi oleh kekuasaan Bapaknya," ungkapnya.
"Anda jadi kaya dan jadi Menteri tidak ada yang protes kok karena bukan lewat Nepotisme," imbuh Said Didu dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (14/11).
Pak @bahlillahadalia yth, berhentilah membuat narasi membodohi rakyat.
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) November 13, 2023
Yg dipersoalkan adalah perubahan aturan demi meloloskan Gibran yg dilakukan oleh Kakak ipar dan dipengaruhi oleh kekuasaan Bapaknya.
Anda jadi kaya dan jadi Menteri tdk ada yg protes kok krn bkn lwt Nepotisme https://t.co/8R5gfnQm2a
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Nasional (Repnas) Bahlil Lahadiala mengaku heran dengan pihak yang mempersolakan majunya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapres.
Pasalnya menurut Bahli, Gibran memounyai kemampuan untuk memimpin Indonesia. Ia pun membandingkannya dengan menteri-menteri muda dengan usia di bawah 40 tahun pada era Presiden RI ke-1 Soekarno.