Politikus Ferdinand Hutahaean menilai komentar Menteri Investasi Bahlil Lahadiala mengenai majunya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapres dinilai mempertontonkan kebodohan.
Pasalnya dalam komentarnya, Bahlil merasa heran majunya Gibran di Pilpres 2024 menjadi persoalan, ia pun mengingatkan pada masa Presiden RI-1 Soekarno, sejumlah menterinya berusia di bawah 40 tahun.
Baca Juga: Gibran Balas Kekalahan Intelektual di Dunia Nyata dari Mahfud MD dan Cak Imin
"Kebodohan dipertontonkan secara vulgar..!! Membandingkan menteri Soekarno dengan Gibran itu jauh dari logika sehat dan dekat dengan logika bodoh," ucap Ferdinand dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (14/11).
Kebodohan dipertontonkan secara vulgar..!!
— Mpu Ferdinand Hutahaean (@ferdinand_mpu) November 14, 2023
Membandingkan menteri Soekarno dgn Gibran itu jauh dari logika sehat dan dekat dgn logika bodoh. https://t.co/NwavuiRlDN
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Nasional (Repnas) Bahlil Lahadiala yang mengaku heran dengan pihak yang mempersolakan majunya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapres.
Pasalnya menurut Bahlil, Gibran memounyai kemampuan untuk memimpin Indonesia. Ia pun membandingkannya dengan menteri-menteri muda dengan usia di bawah 40 tahun pada era Presiden RI ke-1 Soekarno.