Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu membantah klaim Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD Arsjad Rasjid bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) menggambarkan masa depan Indonesia.
Pasalnya melihat sejumlah kebijakan pemerintah seperti Hak Guna Usaha (HGU) hingga pengelolaan layanan publik membuat Said Didu merasa IKN adalah masa depan asing dan konglomerat, bukan Indonesia.
Baca Juga: Drama Penetapan Ketua KPK Firli Bahuri Menjadi Tersangka Korupsi oleh Polisi Bagus
"IKN bukanlah masa depan bangsa Indonesia tapi masa depan Asing dan konglomerat. 1) lahan diberikan hak 190 tahun - di daerah lain 25-35 tahun. 2) bebas berbagai jenis pajak," ucap Said Didu.
"3) Asing bebas tinggal 10 tahun dan dapat diperpanjang. 4) pelayanan publik seperti sekolah dan RS diserahkan ke swasta," imbuhnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (24/11).
IKN bukanlah masa depan bangsa Indonesia tapi masa depan Asing dan konglomerat
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) November 23, 2023
1) lahan diberikan hak 190 tahun - di daerah lain 25-35 thn
2) bebas berbagai jenis pajak
3) Asing bebas tinggal 10 thn dan dpt diperpanjang
4) pelayanan publik spt sekolah dan RS diserahkan ke swasta. https://t.co/68OIFmyszJ
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD Arsjad Rasjid mengatakan IKN menggambarkan Indonesia dan merupakan bentuk perwujudan bahwa pemerintahan tidak hanya berpusat di Jawa.
Hal ini disampaikannya menanggapi kritikan capres nomor urut satu Anies Baswedan yang menyerbut pembangunan IKN tidak menghasilkan pemerataan baru dan menimbulkan ketimpangan dengan daerah sekitarnya.