Anies Santai Kritik IKN, Padahal NasDem Ingin Dilanjutkan

Anies Santai Kritik IKN, Padahal NasDem Ingin Dilanjutkan Kredit Foto: YouTube/NasDemTV

Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak menyoroti calon presiden (capres) nomor urut satu Anies Baswedan yang dengan santai mengkritik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurut Lukman, kritikan Anies Baswedan terhadap IKN menunjukkan dirinya bukan petugas Partai NasDem, pasalnya partai yang dipimpin Surya Paloh itu menginginkan bakal capresnya untuk melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk pembangunan ibu kota baru.

Baca Juga: Kelakuan Ganjar ke Relawan Bejo Luar Biasa, Pantes Beralih Dukung Prabowo-Gibran

"Anies santuy mengeritik IKN, padahal Nasdem ingin dilanjutkan. Setidaknya menunjukkan yang bersangkutan bukan petugas partai Nasdem," ucapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (27/11). 

Lebih lanjut, Lukman menilai seharusnya Anies memang tidak melanjutkan proyek pembangunan IKN. "Lagian masa ngaku dukung perubahan tapi lanjutkan proyek bermasalah seperti IKN? Kalau hilirisasi masih oke lah, tinggal menyempurnakan prakteknya di lapangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengaku bakal mengkaji dengan serius pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur jika dirinya terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Ia menyampaikannya saat acara dialog terbuka Muhammadiyah yang disiarkan virtual di YouTube Muhammadiyah Channel, Rabu (22/11/2023). Anies bilang jika pembangunan IKN hanya untuk mencapai pemerataan ekonomi, langkah untuk membuat ibu kota baru salah kaprah.

"Ketika tujuan membangun kota baru dan ibu kota baru adalah dengan alasan pemerataan maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru. Mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya," ujarnya dikutip dari Suara.

Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presidennya tersebut melanjutkan bahwa bila ingin meratakan pembangunan di Indonesia yang seharusnya dilakukan adalah membangun kota-kota kecil menjadi kota menengah, dan membangun kota-kota menengah menjadi kota besar.

"Bangun kota kecil menjadi menengah, kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan, karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru," papar Anies.

Menurutnya, tujuan utama IKN dan langkah yang diambil tidak sinkron. "Jadi ini antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan itu tidak nyambung," katanya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover