Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak mengungkapkan bahwa PDIP merasa pengamat politik Rocky Gerung benar, sehingga mencabut laporan tentang 'bajingan tolol' di Bareskrim Polri.
Untuk diketahui, sebelumnya PDIP melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks dengan menyebut Presiden Jokowi sebagai bajingan tolol.
Baca Juga: Rocky Gerung soal Cak Imin Kritik IKN: Ada Sesuatu yang Unik
"PDIP cabut laporan di Bareskrim soal pernyataan Rocky Gerung tentang "Bajingan Tolol", kerena menurut PDIP, ternyata Rocky Gerung memang benar," ucap Lukman dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (29/11).
Ia pun mengungkit perkataan Sekretaris Jenderal atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi 'bajingan tolol' adalah puncak kerusakan akhlak.
Setelah merasa Rocky Gerung benar, PDIP seperti menunjukkan kerusakan akhlak Jokowi sudah sampai puncak. "Berarti menurut PDIP yang kerusakan ahlaknya sudah mencapai puncak siapa ya?" imbuh Lukman.
PDIP cabut laporan di Bareskrim soal pernyataan Rocky Gerung ttg "Bajingan Tolol", krn menurut PDIP, ternyata Rocky Gerung memang benar.
— Lukman Simandjuntak (@hipohan) November 28, 2023
Berarti menurut PDIP yang kerusakan ahlaknya sudah mencapai puncak siapa ya ? ???? pic.twitter.com/KDfvxjUl98
Sebelumnya, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat atau BBHAR DPP PDI Perjuangan (PDIP) akan mencabut laporan terhadap Rocky Gerung di Bareskrim Polri. Laporan ini terkait kasus ujaran kebencian dan hoaks kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sebelumnya dilaporkan karena dianggap menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Perwakilan tim BBHAR DPP PDIP, Johannes Oberlin L. Tobing, mengungkap salah satu alasannya hendak mencabut laporan tersebut karena pernyataan Rocky Gerung terkait Presiden Jokowi lama-lama terbukti kebenarannya.
"Saya putuskan untuk mencabut laporan, apa yang disampaikan saudara Rocky Gerung saya pikir lama-lama jadi benar juga. Setelah saya timbang dengan jernih, akhir-akhir ini saya melihat Presiden Jokowi sudah berubah," kata Johannes kepada Suara.com, Selasa (28/11/2023).