Situs KPU Diduga Diserang Hacker, Jokowi Sibuk Rapat dengan Prabowo

Situs KPU Diduga Diserang Hacker, Jokowi Sibuk Rapat dengan Prabowo Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Politikus Ferdinand Hutahaean menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) sibuk rapat dengan capres nomor urut dua Prabowo Subianto ketika situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga diserang hacker.

Ferdinand merasa Indonesia semakin melemeh, karena sebelum situs KPU diserang, situ Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo Subianto telah terlebih dahulu menjadi korban hacker.

Baca Juga: PDIP Seperti Tunjukkan Kerusakan Akhlak Jokowi Sudah Sampai Puncak

"Sementara itu, Presiden Jokowi sibuk rapat dengan Prabowo..!! Setelah situs Kemhan kini situs KPU..!! Selemah ini kah bangsa kita?" ucap kader PDIP itu dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (29/11).

Untuk diketahui, data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga kembali mengalami kebocoran, sebanyak 204 juta data pemilih tetap (DPT) KPU dibobol dan dijual oleh hacker atau peretas.

Pada tahun 2022 lalu, hacker Bjorka juga pernah mengklaim mendapat 105 juta data pemilih di website KPU, dan sekarang berdasarkan laporan lembaga riset CISSReC, akun anonim dengan nama Jimbo mengaku sudah meretas situs KPU dan berhasil mendapat data pemilih.

Akun anonim Jimbo, berdasarkan penelurusan lembaga riset CISSRec diketahui membagikan 500 ribu data contoh yang berhasil didapatkannya pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, selain itu juga beberapa tangkapan layar dari https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

"Jimbo juga menyampaikan dalam postingan di forum tersebut bahwa data 252 juta yang berhasil dia dapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi, dimana setelah Jimbo melakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari dengan 514 kab/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan," tutur Chairman CISSReC Pratama Persadha kepada detikINET, Selasa (28/11/2023) malam.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover