Said Didu Tunjukkan Perbedaan Food Estate Jokowi dengan Contract Farming Anies

Said Didu Tunjukkan Perbedaan Food Estate Jokowi dengan Contract Farming Anies Kredit Foto: ANTARA/Syaiful Hakim

Mantan Sekerataris BUMN Muhammad Said Didu menunjukkan perbedaan program food estate yang diagagas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan contract farming capres nomor urut satu Anies Baswedan.

Dalam food estate Jokowi, keuntungan akan dinikmati pengusaha dengan lahan yang dikelola oleh BUMN maupun perusahaan, sedangkan dalam contract farming Anies Baswedan semua bermuara ke petani.

Baca Juga: Heru Budi Tahu ASN Tidak Nyaman dengan IKN

"Beda food estate dengan contract farming? 1) food estate: lahan dimiliki dan diusahakan oleh BUMN atau perusahaan - untungnya dinikmati oleh pengusaha," ucap juru bicara pasangan Anies-Muhaimin itu.

"2) contract farming: lahan dimiliki dan diusahakan oleh petani. Untung usaha dinikmati oleh petani yang dijamin oleh pemerintah," sambungnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (30/11).

Sebelumnya, capres nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan tidak akan melanjutkan program food estate warisan pemerintahan Presiden Jokowi. Ia lebih memilih sistem contract farming.

Adapun secara umum contract farming adalah kesepakatan kerjasama antara petani dan perusahaan terkait pengelolaan hasil atau pemasaran produk pertanian. Nantinya, kata Anies, contract farming akan melibatkan BUMD, BUMN hingga pihak swasta.

"Jadi sentra-sentra pertanian yang sekarang ada itu dijadikan sebagai mitra, bisa BUMD, bisa BUMN, bisa swasta tapi pemerintah mempersiapkan regulasinya," kata Anies di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023) dikutip dari Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover