Jokowi Dimohon Sekali Lagi Pertimbangkan Dukungan untuk Prabowo

Jokowi Dimohon Sekali Lagi Pertimbangkan Dukungan untuk Prabowo Kredit Foto: YouTube/PDIP

Pegiat media sosial Islah Bahrawi memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sekali lagi mempertimbangkan dukungannya kepada capres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Meskipun Islah merasa hal tersebut sudah terlambat, namun menurutnya Jokowi akan menjadi korban pertama pembuntungan politik Prabowo Subianto jika berhasil menduduki kursi presiden.

Baca Juga: Contract Farming Anies Terlihat Lebih Berpihak ke Rakyat Dibanding Food Estate Jokowi

"Mohon Pak Jokowi dipertimbangkan sekali lagi meskipun ini sudah terlambat, tapi kami semua ini orang-orang yang masih sanggup berpikir visioner, masih sanggup berpikir tentang apa yang akan terjadi di masa depan, Pak Jokowi akan menjadi korban pertama dari pembuntungan kekuasaan politiknya, ini yang kami tidak inginkan," ucapnya.

Karenanya dari awal ia mengharapkan Jokowi bukan menjadi politisi, namun seorang negarawan agar masyakarat mengenang jasanya dan segala warisannya selama dua periode menjabat sebagai kepala negara.

"Kami berharap sejak awal bahwa Pak Jokowi jadilah negarawan bukan politisi, karena ketika Pak Jokowi menjadi negarawan semuanya jasanya akan dikenang, semua Legacy dan portofolionya akan dijaga oleh seluruh anak bangsa ini untuk tetap terjaga menuju Indonesia masa depan," tandasnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Kamis (30/11). 

Sementara itu, dalam survei Lembaga Survei Nasional, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul jauh dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Paslon Prabowo-Gibran disebut memiliki elektabilitas mencapai 42,1 persen. Sedangkan Anies-Muhaimin 25,2 persen dan Ganjar-Mahfud sebesar 28,8 persen.

"Survei itu mencatat masih ada 20,3 persen pemilih Prabowo yang berpotensi mengubah pilihannya. Lalu ada 28,5 persen pemilih Ganjar-Mahfud dan 32,4 persen pemilih Anies-Cak Imin yang masih mungkin mengubah pilihan," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Gema Nusantara Bakry dalam jumpa pers secara daring pada Jumat (24/11/2023).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover