Korban Pertama Pembuntungan Kekuasaan Politik Prabowo Adalah Jokowi

Korban Pertama Pembuntungan Kekuasaan Politik Prabowo Adalah Jokowi Kredit Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pegiat media sosial Islah Bahrawi merasa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi korban pertama pembuntungan kekuasaan politik oleh capres nomor urut dua Prabowo Subianto jika berhasil berkuasa.

Islah pun memohon agar Jokowi sekali lagi mempertimbangkan dukungannya kepada Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2024, karena ia tidak menginginkan hal tersebut terjadi di masa depan.

Baca Juga: Strategi Prabowo-Gibran Sekarang Hindari Kampanye

"Mohon Pak Jokowi dipertimbangkan sekali lagi meskipun ini sudah terlambat, tapi kami semua ini orang-orang yang masih sanggup berpikir visioner, masih sanggup berpikir tentang apa yang akan terjadi di masa depan, Pak Jokowi akan menjadi korban pertama dari pembuntungan kekuasaan politiknya, ini yang kami tidak inginkan," ucapnya.

Karenanya dari awal ia mengharapkan Jokowi bukan menjadi politisi, namun seorang negarawan agar masyakarat mengenang jasanya dan segala warisannya selama dua periode menjabat sebagai kepala negara.

"Kami berharap sejak awal bahwa Pak Jokowi jadilah negarawan bukan politisi, karena ketika Pak Jokowi menjadi negarawan semuanya jasanya akan dikenang, semua Legacy dan portofolionya akan dijaga oleh seluruh anak bangsa ini untuk tetap terjaga menuju Indonesia masa depan," tandasnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Kamis (30/11). 

Sementara itu, dalam survei Lembaga Survei Nasional, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul jauh dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Paslon Prabowo-Gibran disebut memiliki elektabilitas mencapai 42,1 persen. Sedangkan Anies-Muhaimin 25,2 persen dan Ganjar-Mahfud sebesar 28,8 persen.

"Survei itu mencatat masih ada 20,3 persen pemilih Prabowo yang berpotensi mengubah pilihannya. Lalu ada 28,5 persen pemilih Ganjar-Mahfud dan 32,4 persen pemilih Anies-Cak Imin yang masih mungkin mengubah pilihan," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Gema Nusantara Bakry dalam jumpa pers secara daring pada Jumat (24/11/2023).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover