Pengamat Duga Data 204 Juta Warga di KPU Bisa Jadi Bukan Dibobol Hacker

Pengamat Duga Data 204 Juta Warga di KPU Bisa Jadi Bukan Dibobol Hacker Kredit Foto: Akurat

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menduga bisa jadi data 204 Juta warga di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dijual di internet bukan dibobol oleh hacker atau peretas.

Menurut Gigin, kemungkinan pihak dalam membobol data di KPU tidak mustahil, apalagi jika digunakan untuk memanipulasi angka pencoblosan dalam pemilihan, dan kemudian bisa menuding pihak ketiga seperti hacker.

Baca Juga: Firli Bahuri Dijadikan Sasaran Tunggal Perusak KPK

"Perlu diinvestigasi apakah memang dibobol atau membobol kan diri. Bisa jadi kalau nanti ada penjungkirbalikkan angka hasil coblosan tinggal menuding pihak ketiga," ucapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (30/11).

Untuk diketahui, data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga kembali mengalami kebocoran, sebanyak 204 juta data pemilih tetap (DPT) KPU dibobol dan dijual oleh hacker atau peretas.

Pada tahun 2022 lalu, hacker Bjorka juga pernah mengklaim mendapat 105 juta data pemilih di website KPU, dan sekarang berdasarkan laporan lembaga riset CISSReC, akun anonim dengan nama Jimbo mengaku sudah meretas situs KPU dan berhasil mendapat data pemilih.

Akun anonim Jimbo, berdasarkan penelurusan lembaga riset CISSRec diketahui membagikan 500 ribu data contoh yang berhasil didapatkannya pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, selain itu juga beberapa tangkapan layar dari https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

"Jimbo juga menyampaikan dalam postingan di forum tersebut bahwa data 252 juta yang berhasil dia dapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi, dimana setelah Jimbo melakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari dengan 514 kab/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan," tutur Chairman CISSReC Pratama Persadha kepada detikINET, Selasa (28/11/2023) malam.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover