Bahas Penghinaan Jokowi, Ternyata Ada yang Dibunuh

Bahas Penghinaan Jokowi, Ternyata Ada yang Dibunuh Kredit Foto: YouTube/Sekpres

Komika Sam Darma Putra Ginting alias Sammy Notaslimboy mengungkapkan bahwa ada yang dibunuh ketika membahas Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang mempertanyakan apakah ada orang yang ditangkap karena menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sammy mengatakan pembunuhan terjadi terhadap seseorang yang mengawal ulama, kemudian CCTV di lokasi kejadian hilang, ini disinyalir merupakan kasus KM50 dimana 6 laskar FPI tewas.

Baca Juga: Daripada Prabowo, Anies dan Ganjar Diyakini Lebih Bersahabat dengan Jokowi Jika Jadi Presiden

"Yang dibunuh ada sih. Hanya gara-gara mengawal Ulama mereka menuju sebuah tujuan. Lalu CCTV-nya ilang dan dikatakan sudah sesuai prosedur, terukur istilah mereka," ungkap Sammy.

Kemudian juga terdapat perampasan tanah untuk proyek strategis nasional (PSN), selain itu juga pengamat politik Rocky Gerung pernah dilaporkan PDIP karena menyebut Jokowi 'bajingan tolol', namun sekarang laporannya telah dicabut.

"Yang tanahnya dirampas gara-gara proyek strategis nasional juga ada. Btw, RG dilaporkan oleh PDIP, ditarik laporannya karena bapak situ udah pecah kongsi dengan PDIP, lucu sih ini...," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mempertanyakan apakah ada orang yang ditangkap ketika menghina Presiden Jokowi, ini disampaikannya menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut penguasa sekarang bertindak seperti Orde Baru.

Mulanya Kaesang bertanya mengenai sosok penguasa yang dimaksud Megawati, awak media pun menjawab pemerintahan sekarang yang dipimpin Presiden Jokowi. Kemudian ia menyinggung mengenai penangkapan penghina ayahnya.

"Ya kita... Yang penguasa itu siapa dulu? Definisi penguasa itu siapa? Siapa? Nah (Jokowi). Dengan? Dengan Pak Ma'ruf. Di mana...," ujar Kaesang saat menghadiri Forum Komunitas Pengemudi Nusantara di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2023) dikutip dari Kompas.

"Teman-teman semua saya katakan, di medsos, ngomong sesuatu menghina Pak Presiden ditangkap enggak?" sambungnya.

Lalu tiba-tiba seorang pengemudi truk mengatakan "ada,".

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover