Tanggapi Tuduhan Agus Rahardjo Jokowi Intervensi Kasus E-KTP, Kaesang Tak Dipercaya

Tanggapi Tuduhan Agus Rahardjo Jokowi Intervensi Kasus E-KTP, Kaesang Tak Dipercaya Kredit Foto: Instagram Kaesang Pangarep

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto mengaku tidak percaya tanggapan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengenai tuduhan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inertvensi dalam kasus E-KTP.

Dalam tanggapannya, Kaesang menantang Agus Rahardjo untuk membuktikan intervensi Jokowi dalam kasus E-KTP, kemudian Henri mulai membandingkan dengan tanggapan KPK yang malah sebaliknya.

Baca Juga: Apakah Kasus Gibran, Kaesang, dan Ahok di KPK Berhenti Karena Intervensi Jokowi?

Berbeda dengan Kaesang, KPK membenarkan cerita Agus Rahardjo yang dipanggil Jokowi untuk menghentikan kasus E-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov) pada tahun 2017 silam.

"Kira kira rakyat Indonesia lebih percaya yang mana? Kalau saya pribadi sekarang sudah tidak percaya omongan keluarga yang terlalu sering bersandiwara," ucapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (4/12).

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menantang Ketua KPK Agus Rahardjo untuk membuktikan dugaan intervensi ayahnya, Presiden Jokowi dalam kasus E-KTP yang menjerat Setnov.

Kaesang meminta agar Agus Rahardjo menunjukkan bukti bahwa Jokowi memintanya untuk menghentikan kasus Setnov. "Kasih buktinya, sudah gitu aja. Kok repot amat," kata Kaesang di Surabaya, Sabtu (2/12) dikutip dari CNN Indonesia.

Seperti diketahui, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku pernah dipanggil dan diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan kasus yang menjerat Setnov, korupsi e-KTP.

Setnov diumumkan sebagai tersangka oleh KPK pada 17 Juli 2017, waktu itu ia menjabat Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar, salah satu partai politik yang mendukung Jokowi.

Agus terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf sebelum menyampakan peristiwa tersebut, ia mengaku baru pertama kali mengungkapkannya di hadapan media.

“Saya pikir kan baru sekali ini saya mengungkapkannya di media yang kemudian ditonton orang banyak,” kata Agus dalam wawancara dengan Rosi yang tayang di Kompas TV, Kamis (30/11/2023).

“Saya terus terang, waktu kasus e-KTP saya dipanggil sendirian oleh presiden. Presiden pada waktu itu ditemani oleh Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara),” lanjut Agus.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover