Prabowo Tidak Mungkin Dipecat dari TNI Jika Bersih

Prabowo Tidak Mungkin Dipecat dari TNI Jika Bersih Kredit Foto: Aprillio Akbar

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli menilai capres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto tidak mungkin dipecat dari TNI jika bersih.

Bahkan jika pemecatan tersebut salah, Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017, Natalius Pigai tidak bisa membersihkan nama Prabowo Subianto dari tuduhan pelanggahan Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga: Balas Cak Imin, Politikus Demokrat: Lawan Terberat Prabowo-Gibran Bukan AMIN, Tapi Ganjar-Mahfud

"Prabowo dipecat dari lembaga yang terhormat, kalau benar dia bersih tidak mungkin dipecat, kalau pemecatan itu salah, maka lembaga tersebut yang bisa memulihkan & bukan seorang natalius pigai," ucap Guntur dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (12/12).

Sebelumnya, mantan Komnas HAM Nataslius Pigai memastikan nama capres nomor urut dua Prabowo Subianto bersih dari dugaan kasus pelanggaran HAM berdasarkan penyelidikan lembaga tersebut sampai sekarang.

“Hasil penyelidikan Komnas HAM sampai hari ini, dan saya sudah baca, nama Prabowo tidak ada dalam kesimpulan dalam kasus itu sebagai orang yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Natalius Pigai saat konferensi pers di media center Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (11/12/2023) dikutip dari Kumparan.

Natalius mengaku telah membaca laporan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan Prabowo. “Hasil penyelidikan Komnas HAM secara resmi saya sudah baca dan ini pernyataannya sudah saya keluarkan minggu lalu, tujuh hari lalu, tidak ada yang protes,” ucapnya.

Dia juga mengatakan selain Prabowo, nama capres nomor urut tiga dari PDIP Ganjar Pranowo dan capres nomor urut satu Anies Baswedan tidak ada dalam daftar terduga pelanggar HAM.

“Itu artinya bahwa nama Prabowo tidak ada. Berarti baik Prabowo, Ganjar maupun juga Anies sama-sama clear dan bersih,” tuturnya yang berarti ketiga capres bersih dari isu pelanggaran HAM.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover