Efek Negatif 'Ndasmu Etik' Sangat Besar Begi Elektabilitas Prabowo-Gibran

Efek Negatif 'Ndasmu Etik' Sangat Besar Begi Elektabilitas Prabowo-Gibran Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Pengamat politik Hendri Satrio atau akrab disapa Hensat menilai jika penyebar video 'ndasmu etik' sampai diburu Partai Gerindra, maka artinya efek negatifnya sangat besar bagi elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hensat menjelaskan masyarakat Jawa tidak menyukai tutur kata yang tidak sopan dan tanpa dipikirkan, sehingga ucapan Prabowo Subianto 'ndasmu etik' bisa merupakan tanda-tanda kekalahannya di Pilpres 2024.

Baca Juga: Gibran Bikin Prabowo Disindir Tak Paham Masalah Negara

"Kalo sampe diburu, berarti efek negatif "Ndasmu Etik" gede banget buat elektabilitas Paslon Nomer 2, orang Jawa jelas gak suka tutur yang gak sopan, waton muni, tanda-tanda bisa kalah #PrabowoNaikGunung," ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (19/12).

Melansir dari Kaltim Tribun News, Partai Gerindra sekarang sedang mencari sosok yang menyebarkan pidato Prabowo Subianto dalam acara internal partai, mereka menduga sosok tersebut merupakan penyusup.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku kaget dengan video pidato Prabowo Subianto yang mengucapkan 'ndasmu etik' di acara Rakornas Gerindra tersebar luas di internet.

Dia merasa yakin video tersebut tidak disebar kader partainya, namun Dasco juga mengaku tidak bisa mengontrol siapa saja yang hadir dalam acara internal Gerindra tersebut.

"Ya terus terang saya juga bingung ya, dan saya rasa itu bukan dari pihak kami. Jadi memang belakangan itu setiap acara itu pasti ada selalu yang kemudian, apa yah, masuk ke dalam," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover