Tanggapan Jokowi dan Ma'ruf Amin soal Debat Capres Berbanding Terbalik

Tanggapan Jokowi dan Ma'ruf Amin soal Debat Capres Berbanding Terbalik Kredit Foto: Setpres-Lukas

Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menunjukkan tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden (wapres) Ma'ruf Amin mengenai debat capres yang diselenggarakan pada Minggu (7/1/2024) yang berbanding terbalik.

Bachrum mengatakan, Ma'ruf Amin tidak mau memberikan komentar substansi debat capres karena merasa tidak etis, sedangkan Jokowi malah sebaliknya, berkomentar dengan tajam, sehingga menurut Bachrum seperti tidak punya etika jika melihat pernyataan wapres.

Baca Juga: Jika Anies Jadi Presiden, Partai Golkar Bakal Lakukan Ini

"Ma'ruf Amin Tak Mau Komentari Substansi Debat Capres: Tak Etis. Sementara Presiden Jokowi gatel komentari debat capres. Artinya Presiden Jokowi tidak punya etika dong pak wapres!" ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (10/1).

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak mau berkomentar mengenai substansi debat capres dengan tema keamanan, pertahanan, hubungan luar negeri hingga geopolitik.

Menurutnya debat capres tersebut lebih baik daripada saat dirinya berdebat sebagai cawapres di periode Pilpres 2019.

"Kalau soal substansi saya kira saya tidak perlu memberi komentar," kata Ma'ruf saat berkunjung ke kantor Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (9/1) dikutip dari Kumparan.

Ia pun merasa yang berhak menilai adalah publik, sehingga tidak etis jika dirinya berkomentar mengenai substansi debat capres. "Itu kan publik (yang menilai). Tidak etis kalau saya masuk ke substansi," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dalam debat capres ketiga, penampilan substansi dan visi dari para calon presiden kurang, malah memperlihatkan saling menyerang secara personal.

"Yang pertama, saya memang melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya enggak apa-apa, asal (itu soal) kebijakan. Asal policy. Asal visi ya enggak apa-apa," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Serang, Banten, Senin (8/1/2024), dikutip dari Kompas.

"Tapi, kalau yang sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam, mengenai apa hubungan internasional, mengenai geopolitik, dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta pada debat capres-cawapres selanjutnya, KPU memasang rambu-rambu yang lebih baik agar tidak ada saling serang kembali dengan motif untuk menjatuhkan.

"Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak perlu. Enggak, enggak baik, tidak mengedukasi," tandasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover