Prabowo-Gibran Berpotensi Kalah Telak Jika Masuk Putaran Kedua

Prabowo-Gibran Berpotensi Kalah Telak Jika Masuk Putaran Kedua Kredit Foto: Humas Gerindra

Pegiat media sosial Denny Siregar menilai pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berpotensi kalah telak dari pasangan nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD jika masuk putaran kedua Pilpres 2024.

Karena menurut Denny Siregar, pendukung Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan berpotensi bergabung di putaran kedua berdasarkan teriakan 'asal bukan Prabowo' di media sosial, sehingga pasangan nomor urut dua itu bakal kalah telak jika hal tersebut terjadi

Baca Juga: Dua Fakta Menunjukkan Prabowo-Gibran Bisa Menang Satu Putaran

"Nah kalau masuk putaran kedua bisa jadi pendukung Ganjar dan Anies akan bergabung karena mereka sama-sama meneriakan kata yang sama 'asal bukan Prabowo' di media sosial, dan kalau kedua paslon ini gabung Prabowo-Gibran akan kalah telak," ungkapnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Jumat (12/1).

Untuk diketahui, survei terbaru Politika Research and Consulting (PRC) menunjukkan tren penurunan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dengan potret elektabilitas yang didapatkan itu, maka kemungkinan Pilpres 2024 akan berjalan dua putaran. 

"Elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran terjadi penurunan dari survei November 2023 sebesar 47,8 persen menjadi 42,4 persen pada Desember 2023," ungkap Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo dalam konferensi pers daring, Jumat (5/1/2024) dikutip dari Republika.

Di samping itu, kata Rio, penurunan elektabilitas juga terjadi pada pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Di mana, elektabilitas pasangan nomor urut tiga ini turun dari 23,5 persen pada November 2023 menjadi 21,8 persen pada Desember 2023.

"Sementara tren naik terjadi pada elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin dari 25,5 persen pada November 2023 menjadi 28,0 persen pada Desember 2023," kata dia. 

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover