Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menilai calon presiden (capres) nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto tidak mungkin menang satu putaran pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Pasalnya, kata Eko Kuntadhi, Prabowo Subianto kini sudah masuk putaran keempat. Untuk diketahui, pada tahun 2009, Prabowo menjadi cawapres dari Megawati Soekarnoputri, kemudian pada tahun 2014 maju sebagai capres dengan didampingi Hatta Rajasa, dan tahun 2019 kembali maju sebagai capres dengan didampingi Sandiaga Uno.
Baca Juga: Prabowo Ditantang Lakukan Ini Jika Serius Cegah Korupsi
"Prabowo gak mungkin menang satu putaran. Wong sekarang dia sudah masuk putaran ke empat kok... #ganjarmahfud2024 #3TopGan," ungkap Eko dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (18/1).
Prabowo gak mungkin menang satu putaran. Wong sekarang dia sudah masuk putaran ke empat kok... #ganjarmahfud2024#3TopGan
— Eko Kuntadhi (@ekokuntadhi1) January 17, 2024
Sementara itu diketahui elektabilitas pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih jauh lebih unggul dibanding pasangan nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Berdasarkan hasil survei tatap muka yang dilakukan Lembaga riset internasional Ipsos Affairs pada periode 27 Desember hingga 5 Januari 2024, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran tercatat naik dari 42,66 persen menjadi 48,05 persen.
Infromasi itu disampaikan Pengamat politik dan peneliti senior Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam. Saat ini, kata dia, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 semakin melejit.
"Pilpres kali ini, efek Jokowi makin nyata karena terbukti elektabilitas Prabowo-Gibran makin meningkat," kata Arif saat memaparkan hasil survei Ipsos dikutip dari Suara.
Sedangkan elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin, menurut Arif, cenderung stagnan dari 22,14 persen menjadi 22,80 persen. "Pasangan Ganjar-Mahfud justru turun dari 22,95 persen menjadi 18,35 persen, dan yang belum menentukan pilihan berada di angka 11,80 persen," kata dia.