Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak merasa mudah untuk menyerang cawapres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka menggunakan pertanyaan maksud dari hilirisasi digital.
Karena kata Lukman, meskipun secara istilah dalam literatur akademik hilirisasi dan digital ada, namun gabuangan keduanya tidak ada, sehingga Gibran kemungkinan akan bingung menjelaskannya.
Baca Juga: Jubir AMIN Nilai Prabowo dan Gibran Tepat Berpasangan
"Buat nyerang Gibran juga gampang, coba minta dia jelaskan apa sih yang dimaksud dengan hilirisasi digital? Istilah hilirisasi ada, istilah digitalisasi ada, namun gabungan keduanya tidak ada dalam literatur akademik," ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (22/1).
Buat nyerang Gibran juga gampang, coba minta dia jelaskan apa sih yg dimaksud dengan hilirisasi digital ? Istilah hilirisasi ada, istilah digitalisasi ada, namun gabungan keduanya tidak ada dalam literatur akademik ???? pic.twitter.com/27fvj6QiU8
— Lukman Simandjuntak (@hipohan) January 21, 2024
Sebelumnya, dalam debat keempat Pilpres 2024, cawapres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka menyampaikan visi-misinya, dan mengatakan Indonesia merupakan negara besar.
Gibran menyebut Indonesia harus bersyukur memiliki sumber daya alam sangat besar, seperti cadangan nikel terbesar di dunia dan timah terbesar nomor 2 di dunia. Ia pun menegaskan akan melanjutkan hilirisasi jika terpilih pada Pilpres 2024.
"Program hilirisasi harus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, tidak hanya hilirisasi tambang saja, tapi juga hilirisasi pertanian sektor maritim dan juga hilirisasi digital," kata Gibran, Minggu malam, dikutip dari VIVA.
Wali Kota Solo itu mengatakan Indonesia harus mengambil manfaat dari hilirisasi. "Intinya kita tidak boleh lagi mengirim barang mentah. Untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, kita akan dorong transisi menuju energi hijau seperti bio avtur, biodiesel dan juga bioetanol, yang sudah dilakukan meliputi B35 dan B40," katanya.