Wawancara Prabowo dengan Media Asing NewsWeek: Sang Jenderal yang Ingin RI jadi Kekuatan Dunia

Wawancara Prabowo dengan Media Asing NewsWeek: Sang Jenderal yang Ingin RI jadi Kekuatan Dunia Kredit Foto: Instagram/Prabowo Subianto

Sebagai negara besar dengan beragam potensi di dalamnya, Indonesia harus berperan di kancah dunia. Hal itu dikatakan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam wawancara eksklusif dengan NewsWeek, media asal Amerika Serikat, dengan judul “Exclusive: Ex-General WHO Plans To Make the Largest Muslim Nation a World Power.” Media ini menyebut Prabowo sebagai eks jenderal yang ingin RI menjadi kekuatan dunia.

Untuk mencapai hal itu, Prabowo mengatakan akan terus berupaya membawa kekuatan Indonesia menuju kancah global. Salah satu langkah yang akan dilakukannya adalah memperkuat negara-negara selatan di bawah kepemimpinan Indonesia. Ia berpendapat, Indonesia sebagai bagian dari 'dunia selatan' juga bertanggungjawab untuk mendorong dan menunjukkan kapasitas negara-negara di dalamnya. 

Baca Juga: Dialog Prabowo dan Media Asing NewsWeek Soal Palestina: Kami Terus Dukung dengan Segala Cara

"Sebagai presiden, saya akan bekerja keras untuk mengkonsolidasikan peran Indonesia sebagai pelopor Global South. Salah satu bidang utama yang akan saya fokuskan adalah reformasi Dewan Keamanan PBB," kata Prabowo, dalam wawancara dimuat NewsWeek pada Senin (8/1), dikutip Rabu.

Untuk mendukung kemajuan 'dunia selatan' tersebut, Prabowo juga mengaku akan berusaha menjadi jembatan dengan negara-negara di kawasan utara. Ia menegaskan kerja sama dan dialog akan menjadi senjata utamanya dalam melalukan langkah tersebut. 

"Saya juga akan bekerja keras untuk memperluas peran Indonesia sebagai mediator antara Utara dan Selatan," tuturnya.

Prabowo juga menunjukkan usahanya membawa peran Indonesia lebih luas dengan mengungkap usulannya beberapa waktu lalu untuk gencatan senjata bagi konflik Ukraina dan Rusia dalam Dialog Shangri-La di Singapura, beberapa waktu lalu. 

Ia mengaku usulan tersebut tidak terlontar begitu saja tanpa alasan kuat. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa suara Indonesia dan negara-negara Selatan juga harus didengar. 

"Saya melakukannya (menginisiasi usulan) karena sejumlah alasan. Saya melakukan hal ini karena saya ingin menyuarakan keprihatinan dan penderitaan negara-negara berkembang," ujar Prabowo. 

"Saya melakukan hal ini karena saya ingin memperjelas bahwa kita juga, negara-negara seperti Indonesia, tidak dapat diabaikan dalam diskusi-diskusi yang berdampak pada masyarakat, perekonomian, dan masa depan mereka."

Ia menambahkan langkah lain yang menunjukkan kekuatan Indonesia adalah dukungan penuh terhadap Palestina. Ia kembali menegaskan Indonesia yang saat ini tercatat sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, akan selalu menyuarakan dan mendorong kemerdekaan Palestina di forum kelas dunia. 

"Indonesia akan terus mendukung Palestina. Kami akan terus mendukung hal ini di PBB, sebagai anggota OKI, di setiap forum dan segala cara yang kami bisa hingga konflik tersebut terselesaikan untuk selamanya," ujar dia.

Prabowo menilai perang yang terjadi di Gaza, Palestina adalah tragedi yang harus dihentikan karena telah melukai hingga menewaskan puluhan ribu warga tak berdosa. Selain itu, perang yang dilakukan Israel hanya akan terus mempersempit ruang damai di hati generasi penerusnya. 

"Melalui pembunuhan dan penghancurannya, mereka (Israel) hanya menanamkan benih kebencian bagi seluruh generasi warga Palestina," jelas Prabowo. 

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover