"Sampaikan kepada semua yang diminta untuk menyebarkan fitnah seakan-akan kami yang menjadi pihak bersalah. Saya dan seluruh kader Partai Demokrat menjadi saksi langsung dan masih banyak cerita dan bukti yang kami simpan tidak dibuka ke publik karena menjaga yang namanya etika," lanjutnya.
Annisa Pohan menegaskan bahwa dirinya tak segan membongkar fakta yang kini diputarbalikkan oleh pihak tertentu.
"Tapi kalau follower dan buzzer mereka selalu memutarbalikkan fakta menjadi kami yang salah, jangan kaget kalau kami buka kondisi sesungguhnya yang belum diketahui. Kami sudah sangat sabar dan baik," tutupnya.
Tidak diketahui pihak mana yang dimaksud. Namun Partai Demokrat berkoalisi dengan paslon nomor urut 1, yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, sebelum merapat ke Prabowo-Gibran.
SBY disebut-sebut tak bersedia berkoalisi dengan partai pengusung Anies Baswedan jika AHY tidak maju sebagai calon wakil presiden.